Oleh: Wahyuono, TP, SH., warga NU tradisional
SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Fenomena Muktamar NU dari tahun ke tahun, semakin kreatif dan “sibuk”. Yah, sesibuk para panitia dan peserta Muktamar resmi, yang sekarang sedang mengikuti segala rangkaian kegiatan Muktamar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
” Rombongan Liar” atau orang organisasi menyebutnya “Romli”, memiliki jumlah yang cukup signifikan, cukup menguntungkan bagi UMKM wilayah lokal, karena kehadirannya membawa dampak perputaran ekonomi yang cukup “wowww“.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Riuh pikuk berpikir, berpendapat, berdiskusi bahkan perdebatan membahas prosesi Muktamar, hingga membahas kandidat calon Ketua Umum PBNU ke depan.
Sebagai warga Nahdliyin tradisional, mengamati dari kejauhan dan kedekatan tentang Muktamar, tapi yang menjadi menarik adalah riuh pikuk Romli yang membawa kesan luar biasa.
Sebenarnya seberapa besar dampak kehadiran Romli di arena sekitar Muktamar. Apakah membawa pengaruh yang cukup signifikan hingga bisa memainkan suasana dan kondisi di dalam Muktamar itu sendiri?
“Bunyi-bunyian” para Romli di sekitar arena Muktamar apakah mempengaruhi jalannya Muktamar? Yah, setidaknya kedengaran di balik tembok Muktamar.
Atau sebaliknya, Romli hanya sekadar penambah keramaian, yang menyibukkan diri seolah menjadi bagian penting dari kegiatan Muktamar.
Namun yang luar biasa, Romli pun memiliki besutan sebagai OTB (organisasi tanpa bentuk) dan memiliki Presiden Romli yaitu Sahabat Andi Ajmi—–yang menjadi tempat bernaung para Romli.
Menampung semangat para warga Nahdliyin dan mungkin saja bisa menjadi daya dorong dari luar. Yang bisa mempengaruhi Muktamar NU Ke-35. Untuk itu kita lihat saja: Keberlangsungan Muktamar dan Peran Para Romli. (Red)
Jombang, 29 Agustus 2026













Romli fenomena tiap ada hajatan baik Ormas ataupun apapaun pasti ada romli yh ikut meramaikan suasana menambah semarak acra dan kadang justru yg berperan untuk kandidat ketua umum.. Tangan terkepal dan maju kemuka