SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Momen mudik dan balik Lebaran 2026 ternyata masih menyisakan “drama jalanan” di Jawa Tengah. Mulai dari lampu jalan yang minim sampai tambalan aspal yang bikin perjalanan terasa kurang mulus, jadi bahan keluhan para pemudik.
Tapi menariknya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, punya pesan tegas: jangan curhat di media sosial!
Menurut Luthfi, keluhan sebaiknya disampaikan langsung lewat kanal resmi pemerintah biar cepat ditangani. Ia menyebut warga bisa melapor lewat dinas terkait seperti PUPR atau layanan “LaporGub”, baik secara online maupun via telepon.
“Kalau komplain, sampaikan ke channel resmi. Jangan ke media sosial, langsung ke kita, pasti kita tangani,” tegasnya usai acara halalbihalal di Kantor Gubernur Jateng.
Meski begitu, Luthfi juga mengakui kalau pemasangan lampu jalan memang belum sepenuhnya rampung. Proyek ini masih berjalan bertahap di berbagai jalur penting, mulai dari Pantura, Pansela, hingga kawasan pegunungan.
Di lapangan, kondisi ini benar-benar dirasakan pemudik. Jarwo, pemotor asal Bekasi Timur, mengaku sempat menemui jalan yang gelap saat perjalanan menuju Boyolali. Ia berangkat tengah malam bersama keluarga.
“Jalannya sih aman, cuma tambalan agak gronjal, terus lampu kurang. Tapi asal nggak ngebut, masih oke,” ceritanya santai.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, mengungkapkan fakta yang cukup bikin kaget. Saat ini, jumlah lampu jalan di ruas provinsi baru sekitar 15 ribu unit—padahal kebutuhan idealnya masih kurang sekitar 19 ribu lampu lagi!
Kendala utamanya? Klasik tapi krusial: anggaran.
Dengan biaya pemasangan satu lampu mencapai Rp20 juta, pemerintah harus pintar-pintar mengatur prioritas. Tahun ini saja, target pemasangan baru sekitar 250 unit, fokus pada titik-titik yang dilaporkan lewat LaporGub.
Jadi, kalau kamu nemu jalan gelap atau rusak di Jateng, ingat ya—lapornya jangan cuma di story atau tweet. Biar cepat beres, langsung aja ke jalur resmi! (Red)
Sumber: espos.id