SUARAMUDA.NET, MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Dewan Pengurus Daerah Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.
Hari Raya Nyepi bukan sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender Saka, tetapi merupakan momentum sakral untuk melakukan introspeksi diri, menyucikan pikiran, serta menyeimbangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.
Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Nyepi menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan arti keheningan, kesadaran, dan kedamaian dalam kehidupan modern yang semakin dinamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, menyampaikan bahwa perayaan Nyepi adalah simbol harmoni spiritual yang patut dihargai bersama sebagai bagian dari kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia.
“Nyepi mengajarkan kita bahwa dalam diam, terdapat kekuatan besar untuk mengenal diri sendiri. Dalam hening, kita menemukan makna kehidupan yang lebih dalam. Ini adalah pesan universal yang tidak hanya relevan bagi umat Hindu, tetapi bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, GEMABUDHI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus merawat nilai toleransi dan memperkuat persatuan lintas agama di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman budaya dan kepercayaan.
Sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan, GEMABUDHI juga menyampaikan ucapan:
“Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1948.
Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa mapica rahayu, kerahayuan, lan kerahayuan ring jagat sane tentrem, rahayu, lan sejahtera.”
Selamat menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta.
Momentum Nyepi juga menjadi refleksi bersama bahwa kedamaian sejati tidak lahir dari keramaian, melainkan dari kemampuan manusia untuk menenangkan diri dan mengendalikan pikiran.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, semangat ini selaras dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
GEMABUDHI Sulawesi Selatan berharap perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini membawa kedamaian, kebijaksanaan, serta energi positif bagi seluruh umat Hindu dan masyarakat Indonesia secara umum.
Di tengah dunia yang penuh dinamika dan tantangan, semangat Nyepi mengajak kita semua untuk sejenak berhenti, merenung, dan kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan: kesederhanaan, kesadaran, dan kasih sayang. (Red)













Komentar