Tragedi YBS di Ngada: Saat Buku dan Pulpen Jadi Kemewahan, Program MBG Kehilangan Makna

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Old rope with hangman's noose.

Old rope with hangman's noose.

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia.

Peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan tekanan hidup yang tak sanggup ia tanggung di usia yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, YBS sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pulpen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan yang terdengar sederhana—bahkan sepele bagi sebagian orang—namun tak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Sang ibu tak punya uang. Dan sejak saat itu, kisah pilu ini berakhir dengan kehilangan yang tak tergantikan.

Kematian YBS menjadi cermin buram wajah kemiskinan di negeri ini, terutama di sektor pendidikan dasar. Di satu sisi, anak-anak diminta terus bersekolah, rajin belajar, dan mengejar cita-cita.

Baca Juga :  Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Namun di sisi lain, perangkat paling dasar pendidikan pun masih harus diperjuangkan dengan air mata.

Lebih menyakitkan lagi, bantuan pendidikan yang digadang-gadang negara kerap tak sampai ke mereka yang paling membutuhkan.

Entah karena keterbatasan anggaran, persoalan data, atau buruknya tata kelola. Yang jelas, YBS adalah bukti nyata bahwa ada anak-anak yang luput dari perhatian sistem.

Di tengah situasi ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus digaungkan pemerintah justru terasa kehilangan relevansi.

Memberi makan memang penting, tapi anak tidak bisa belajar hanya dengan perut kenyang. Tanpa buku, alat tulis, seragam, dan rasa aman secara psikologis, pendidikan hanyalah jargon kosong.

MBG tak akan mampu menjawab akar persoalan pendidikan generasi masa depan jika negara masih abai pada kemiskinan struktural.

Baca Juga :  Magang Merdeka Dibuka, Seleksi Hari Ini

Pendidikan bukan sekadar soal gizi, tapi juga soal akses, keadilan, dan keberpihakan anggaran. Jika buku dan pulpen masih menjadi barang mewah, maka yang gagal bukan anaknya—melainkan sistemnya.

Tragedi YBS seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak. Negara tak boleh menunggu korban berikutnya untuk berbenah.

Pendidikan dasar harus benar-benar gratis dan menjangkau yang paling bawah. Jika tidak, mimpi mencerdaskan kehidupan bangsa akan terus runtuh—pelan, tapi pasti. (Red)

Catatan penting:
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan mental atau kesulitan berat, segera cari bantuan. Di Indonesia, layanan Sejiwa 119 ext. 8 tersedia untuk dukungan kesehatan mental. Tidak ada masalah yang harus dipikul sendirian.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB