KPK Tangkap Pejabat Pajak: Suap Rp23 Miliar Diduga Turunkan Pajak Tambang

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Drama pajak kembali pecah! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal penangkapan para pejabat pajak Jakarta oleh KPK.

Kasus ini terkait dugaan suap pengurangan pajak di sektor pertambangan yang bikin alis publik terangkat.

“Kita akan memberikan pendampingan hukum kepada mereka,” kata Purbaya singkat, sembari menunggu hasil penyidikan lengkap dari KPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, KPK membeberkan kronologi yang bikin dahi berkerut. Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi (DWB), bersama beberapa pejabat lain diduga memainkan angka pajak PBB sebuah perusahaan tambang, PT WP.

Baca Juga :  Kursi Kosong Kabinet Prabowo: Benarkah Puteri Komarudin dan Syafrie Jadi Calon Kuat?

Awalnya ditemukan potensi kurang bayar sekitar Rp75 miliar. Namun dalam proses pemeriksaan, muncul dugaan permintaan pembayaran pajak “all in” Rp23 miliar, di mana Rp8 miliar disebut sebagai “biaya komitmen” untuk para oknum pejabat pajak.

PT WP menolak mentah-mentah permintaan itu dan hanya sanggup memberi “fee” Rp4 miliar. Ajaibnya, nilai pajak yang harus dibayarkan perusahaan kemudian turun drastis jadi Rp15,7 miliar—merosot 80%! Negara pun rugi besar.

Untuk menutupi aliran dana gelap, PT WP disebut membuat kontrak fiktif konsultasi keuangan. Uang dibagikan tunai di sejumlah titik di Jabodetabek, lalu didistribusikan oknum pejabat pajak pada Januari 2026.

Baca Juga :  Bapak-Ibu Guru, Udah Deh! Kalian Tak Usah FOMO Teknologi: Pemerintah Swedia Aja Akan Kembalikan Pendidikan Digital ke Buku Cetak

KPK yang melakukan OTT pertama tahun 2026 pada 9–10 Januari menangkap delapan orang dan menetapkan lima tersangka:

  • DWB – Kepala KPP Madya Jakut
  • AGS – Kepala Seksi Waskon
  • ASB – Tim Penilai
  • ABD – Konsultan pajak
  • EY – Staf PT WP

Kasus ini diprediksi menjadi salah satu operasi besar KPK di 2026—dan publik menunggu gebrakan selanjutnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB