Desa Tempur Tenggelam dalam Gelap: Banjir Bandang dan Longsor Putuskan Segalanya

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: kondisi setelah banjir di Desa Tempur, Jepara. (Gambar: metrotvnews.com)

POV: kondisi setelah banjir di Desa Tempur, Jepara. (Gambar: metrotvnews.com)

SUARAMUDA.NET, JEPARA — Suara gemuruh itu datang tiba-tiba. Jumat petang, 9 Januari 2026, Desa Tempur di lereng Pegunungan Muria berubah menjadi lautan kecemasan.

Banjir bandang dan tanah longsor menerjang tanpa ampun, memutus akses, memadamkan listrik, dan menyisakan kepanikan yang sulit digambarkan.

Air bah bercampur batu, lumpur, dan batang kayu menghantam rumah-rumah di Dukuh Kemiren, RW I Desa Tempur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sungai kecil yang biasanya tenang tak sanggup menahan derasnya material. Dalam hitungan menit, alirannya meluap dan merobek apa saja yang dilaluinya.

Tak hanya banjir, tanah longsor juga menutup jalan menuju Desa Tempur. Beberapa tiang listrik tumbang seolah disapu tangan raksasa. Seluruh jaringan listrik dan komunikasi lumpuh total.

Desa wisata yang biasanya ramai kini terisolasi dalam gelap—tanpa sinyal, tanpa kabar, hanya berharap bantuan segera datang.

Baca Juga :  Lawan Krisis Ekologi dan Degradasi Moral, Anak-Anak Sukoharjo Sulap Limbah Kertas Jadi Topeng Wayang Fabel Nusantara

Warga yang tinggal dekat aliran sungai bergerak cepat menyelamatkan diri. Mereka mengungsi ke tempat lebih aman, sebagian sambil menggiring hewan ternak—harta berharga yang tak mungkin ditinggalkan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa seluruh tim sudah dikerahkan. “Semua tim lagi dikerahkan ke sana,” ujarnya, Sabtu 10 Januari 2026.

Ini bukan pertama kalinya Tempur dilanda bencana besar; pada 2006, banjir bandang pernah mengisolasi desa ini berbulan-bulan.

Dari laporan metrotvnews.com, Sekda Jepara Ary Bachtiar memastikan kondisi kali ini juga sangat parah. Jalan penghubung Desa Damarwulan–Tempur putus total.

Badan jalan sepanjang 60 meter hilang tersapu arus sungai. Total ada 18 titik longsor di wilayah tersebut.

“Saat ini Tempur terisolir. Prioritas utama kami adalah membuka akses agar bantuan dan evakuasi bisa dilakukan,” kata Ary di lokasi longsor.

Baca Juga :  Sopir Bank Jateng Gasak Rp 10 Miliar, Akhirnya Ketangkap Pas Lagi Tidur! Kocak!

Pemkab Jepara mengupayakan dua langkah sekaligus: perbaikan permanen jalan yang putus dan pembuatan jalur alternatif darurat.

Koordinasi dengan Perhutani dilakukan untuk meminjam lahan sebagai akses sementara agar warga tidak terjebak terlalu lama dalam isolasi.

Tim Tagana dan dapur umum BPBD sudah disiagakan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, sementara genset disiapkan untuk mengatasi gelap total akibat putusnya aliran listrik.

Ary juga mengimbau camat dan kepala desa di wilayah rawan agar lebih waspada. Bencana susulan bisa terjadi kapan saja, terlebih laporan banjir dan longsor juga masuk dari Desa Sumberjo dan Desa Bungu.

Di tengah kondisi ini, hanya satu harapan warga Tempur: akses terbuka, bantuan tiba, dan desa yang tenang itu bisa kembali bernapas setelah diterjang bencana. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB