Prabowo Ogah Disambut Anak-anak Sekolah Saat Kunjungan, Repot!

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto mendapat sambutan hangat dari pelajar usai upacara Hari Kesaktian Pancasila. (dok istimewa)

Presiden RI Prabowo Subianto mendapat sambutan hangat dari pelajar usai upacara Hari Kesaktian Pancasila. (dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Prabowo Subianto akhirnya ngomong blak-blakan soal tradisi penyambutan anak-anak sekolah tiap kali dirinya datang ke suatu daerah.

Bukannya terharu, Prabowo justru minta kebiasaan itu dihentikan. Alasannya simpel, ia ngerasa kasihan pada anak-anak, apalagi harus berdiri lama di bawah matahari!

Baru selesai kunjungan ke Solo dan Yogyakarta pada Rabu (19/11/2025), Prabowo melihat sendiri bagaimana para siswa ditahan di pinggir jalan hanya untuk melambaikan tangan.

Melihat itu, beliau langsung gercep memerintahkan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, bikin surat edaran resmi ke semua kepala daerah.

“Mohon anak-anak sekolah tidak perlu nyambut saya di pinggir jalan,” ujar Prabowo tegas di Bantul, dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, anak-anak mendingan tetap di kelas, belajar seperti biasa. Mau lihat Presiden lewat? Bisa dari TV saja—lebih aman, lebih adem, nggak bikin keringetan.

Baca Juga :  Drama di PBB! Mic Prabowo Mati Mendadak Saat Bicara Palestina, Tapi Tetap Bikin Geger Aula Sidang!

Kalaupun Prabowo ingin menyapa siswa, ia bilang lebih enak datang langsung ke sekolah. Masuk kelas, ketemu anak-anak, ngobrol santai, tanpa drama dijemur matahari.

“Kalau saya mau periksa, saya akan masuk ke ruang kelas saja,” katanya.

Intinya, Presiden datang bukan berarti anak-anak harus kepanasan di pinggir jalan. Prabowo maunya praktis, nyaman, dan yang paling penting: pro-anak! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB