Tuan Rumah Hajatan di Petekeyan Jepara Minta Maaf… Sumbangan Rokok Diganti Uang Tunai Saja, ya!?

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Rokok Sukun Putih (dok istimewa)

POV: Rokok Sukun Putih (dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, JEPARA — Tradisi “nyumbang” di Jepara, Jawa Tengah memang selalu punya cerita. Dari khitanan sampai pernikahan, sistem kondangan di sini nyaris seperti arisan: siapa memberi, kelak menerima kembali—dengan nilai yang kurang lebih sama.

Semua dicatat rapi dalam buku khusus, agar tak lupa pada saatnya. Pokoknya, tak ada hadiah yang benar-benar hilang, hanya berputar antar keluarga dan tetangga.

Namun, kali ini ada kejadian yang bikin warganet cekikikan sekaligus mengangguk paham.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selebaran Viral dalam Kardus Hajatan

Dilansir suarajepara, di Desa Petekeyan, RT 09/02, Kecamatan Tahunan, Jepara, tamu hajatan dibuat terkejut—bukan oleh menu prasmanannya, tapi oleh “surat kecil” yang diselipkan dalam kardus makanan.

“Surat” itu berasal dari tuan rumah, pasangan Bapak Sarlan dan Ibu Maseni. Isinya? Permintaan maaf dan klarifikasi yang super jujur sekaligus menggelitik.

Mereka meminta tamu yang sudah atau berniat akan memberi sumbangan rokok agar… diganti uang tunai saja.

Alasannya sederhana namun jujur apa adanya: rokok Sukun Putih 12 ‘Poden’ yang biasa diberikan sebagai hadiah nggak laku kalau dijual lagi ke toko sembako.

Baca Juga :  Lampion Menyala, Harmoni Terjaga! Wali Kota Semarang Gaungkan Persatuan di Imlek 2026

Isi suratnya begini:

Mohon Maaf
Yang mau menyumbang rokok dan yang sudah menyumbang rokok harap dikembalikan uang saja.
Karena rokok Sukun Putih 12 Poden tidak laku dijual di toko-toko sembako, harap maklum.
Atas perhatian nya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Bapak Sarlan & Ibu Maseni
Petekeyan RT 09/02

Seketika, selebaran ini viral. Netizen pun ramai membahasnya, dari yang ngakak sampai yang mengapresiasi kejujuran pasangan ini.

Rokok Mahal, Tapi Susah Dijual

Kondisi lapangan memang rumit. Rokok Sukun—yang biasanya jadi andalan sumbangan hajatan—tetap mahal, tapi tak semua variannya diminati.

Jenis Sukun Putih 12 “Poden” ternyata kurang laku dijual kembali, sehingga menyulitkan tuan rumah untuk “memutar” kembali nilai sumbangan.

Makanya, daripada bingung menjual rokok yang tak laku, pasangan ini memilih cara paling praktis: uang tunai saja, ya, teman-teman! Lebih efisien, lebih simpel, dan pastinya langsung terpakai untuk kebutuhan hajatan.

Netizen: Antara Ngakak dan Salut

Baca Juga :  Fanfan Alfansuri Hadirkan Mini Album Penuh Emosi tentang LDR

Di media sosial, respons publik beragam: ada yang tertawa karena kejujuran yang polos, ada yang salut karena keterbukaan semacam ini jarang terjadi dalam budaya kondangan.

Bahkan tak sedikit yang merasa ini bisa jadi reminder agar pemberian sumbangan lebih menyesuaikan kebutuhan tuan rumah.

Pada akhirnya, kisah ini menjadi pelajaran sekaligus hiburan: bahwa di balik budaya kondangan yang sakral, ada juga sisi-sisi lucu dan realistis soal kebutuhan dan kepraktisan.

Yang penting, hajatan tetap meriah. Dan para tamu? Pulang dengan cerita seru yang mungkin bisa dibagikan di grup WA keluarga. (Red)

Disclaimer:
*) Tradisi nyumbang/ kondangan di Jepara adalah rokok satu slop atau orang Jepara menyebut “rokok sak pres”. Jenis sumbangan ini biasanya diberikan oleh laki-laki (bapak). Dan jenis sumbangan bagi perempuan (ibu) adalah beras, gula, mie instan, hingga makanan.
**) Rokok Poden adalah rokok hasil sumbangan yang kemudian dijual kembali ke toko-toko sembako. Biasanya, rokok-rokok jenis ini justru tidak dirokok melainkan dijadikan “rokok hadiah” sumbangan/ kondangan.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Berita Terbaru