Kasus Perundungan di SMPN 1 Blora dan Gagalnya Nilai Kemanusiaan

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video perundungan di SMPN 1 Blora. (Sumber: Instagram @bloraupdates1)

Tangkapan layar video perundungan di SMPN 1 Blora. (Sumber: Instagram @bloraupdates1)

Oleh: Cahya Maulidia *)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan tindak perundungan yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Blora.

Dalam video yang beredar, tampak banyak siswa berseragam pramuka sedang mengerubungi seorang siswa yang memakai pakaian olahraga. Lalu salah satu siswa yang berseragam pramuka memukuli dan menendang siswa yang memakai pakaian olahraga (korban).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian tersebut terjadi di salah satu toilet yang ada di SMPN 1 Blora. Diduga ada sekitar 33 siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut. Dari banyaknya siswa yang ada, terlihat tidak ada satupun siswa yang mencoba untuk melerai atau menolong korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan trauma, tidak mau sekolah lagi. Pihak Polsek Blora dengan tegas memanggil semua siswa yang terlibat dalam tindak perundungan tersebut. Pemanggilan itu juga menghadirkan para orang tua dan guru SMPN 1 Blora.

Baca Juga :  Wacana Benny Batara Dirikan Disneyland di Pangkalpinang: Antara Mimpi dan Realita

Kasus perundungan di SMPN 1 Blora menjadi bukti nyata bahwa perundungan seakan menjadi luka sosial yang terus berlanjut, seolah bangsa ini masih gagap dalam menanamkan nilai kemanusiaan.

Sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, jelas menegaskan pentingnya menghormati manusia tanpa memandang latar belakang dan memperlakukan sesama manusia dengan adil.

Namun kenyataannya, hingga saat ini masih banyak manusia yang melukai manusia lain demi kepuasan, ego, atau sekedar bercandaan. Perundungan menjadi bukti nyata bahwa Pancasila seringkali tidak hadir dalam perilaku sehari-hari.

Padahal sejak duduk di bangku sekolah dasar, masyarakat Indonesia sudah dikenalkan, diajarkan, dan diwajibkan untuk menghafal kelima sila Pancasila. Bahkan Pancasila selalu dilafalkan setiap Senin pagi pada saat upacara bendera di sekolah.

Namun sangat disayangkan bahwa kenyataannya, seorang siswa pun bisa dengan sadar melakukan tindak perundungan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga :  Jerat Krisis Masyarakat Kelas Menengah Perkotaan

Apakah Pancasila benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, atau hanya sebatas hafalan yang tidak memiliki makna?

Perundungan tidak boleh dianggap sebelah mata. Perundungan sangat merugikan korban. Dapat membuat korban trauma, depresi, bahkan dalam kasus yang serius dapat mendorong korban melakukan percobaan bunuh diri.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menghentikan tindak perundungan ini adalah dengan menghidupkan kembali Pancasila. Bukan hanya sebagai hafalan semata, bukan hanya sebagai teks formal, melainkan sebagai pedoman hidup bangsa yang nyata.

Pancasila harus bisa menjadi benteng, melindungi generasi muda dari perundungan. Nilai-nilai di dalamnya tidak seharusnya berhenti pada hafalan semata, tetapi harus diwujudkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi muda, kita harus bisa melindungi yang lemah, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk perundungan. (Red)

*) Penulis: Cahya Maulidia, mahasiswa FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Negara Sibuk Menjaga Perbatasan, Siapa yang Menjaga Pikiran Warganya?
Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:50 WIB

Ketika Negara Sibuk Menjaga Perbatasan, Siapa yang Menjaga Pikiran Warganya?

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB