Kecele Nih! Ternyata “Projo” Bukan Singkatan “Pro Jokowi”, Lho!

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo relawan Projo (dok istimewa)

Logo relawan Projo (dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Siapa sangka, guys! Selama ini banyak yang ngira “Projo” itu singkatan dari Pro Jokowi. Eh ternyata… salah kaprah!

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, blak-blakan ngaku kalau nama “Projo” sama sekali bukan singkatan dari “pro Jokowi”.

“Enggak ada singkatan, tuh. Media aja yang nyebut biar gampang diucapin,” kata Budi Arie saat buka Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11) akhir pekan lalu, seperti dilansir CNN Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terus, dari mana asal katanya? Menurut Budi, “Projo” itu bahasa Sanskerta yang artinya negeri, dan dalam Jawa Kawi bisa berarti rakyat. “Jadi kaum Projo itu ya, rakyat yang cinta negaranya,” ujarnya.

Bye Siluet Jokowi, Halo Era Baru Projo

Yang lebih mengejutkan lagi, Budi Arie ngumumin bakal ada transformasi besar-besaran di tubuh Projo, termasuk rencana ganti logo!

Logo lama yang menampilkan siluet wajah Jokowi bakal ditinggalkan, demi menghindari kesan “kultus individu”.

“Kita akan ubah logo supaya enggak terkesan fanatik ke satu tokoh,” tegas Budi.

Baca Juga :  Dari Pengembangan Karakter, Siswa Sekolah Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Banjir Prestasi di Ajang Internasional

Langkah ini juga sejalan dengan arah baru Projo yang kini dukung penuh agenda politik Presiden Prabowo Subianto. “Projo sekarang fokus memperkuat dan mendukung kebijakan Presiden Prabowo,” tambahnya.

Dan kabar baiknya, Jokowi sendiri udah kasih restu buat perubahan besar itu. “Pak Jokowi setuju. Tugas Projo dulu sudah mengawal pemerintahan beliau, sekarang kita hadapi tantangan baru,” ujar Budi.

Budi Arie Lanjut Sampai 2030 & Dukung Gerindra

Lewat keputusan aklamasi di Kongres III, Budi Arie resmi lanjut jadi Ketua Umum Projo untuk periode 2025–2030.

“Seluruh peserta kongres sepakat, Budi Arie Setiadi kembali jadi Ketum,” kata pimpinan sidang, Freddy Damanik.

FYI, Projo ini awalnya dibentuk sebagai relawan Jokowi sejak Pilpres 2014 dan 2019. Tapi setelah sepuluh tahun ngawal pemerintahan Jokowi, kini arah politiknya mulai geser.

Dalam pidato kongres, Budi juga ngasih kode keras kalau dirinya dan Projo bakal merapat ke Gerindra.

Baca Juga :  Wah, Prabowo Bakal Susul Jokowi Ngantor di IKN

“Kita ingin memperkuat agenda politik Pak Prabowo dengan memperkuat partai politik beliau,” ujarnya.

Awalnya Budi Arie cuma bilang, “Kalau nanti saya berpartai, mohon teman-teman paham ya. Enggak usah ditanya partainya apa.

“Tapi saat diwawancara usai acara, ia akhirnya buka kartu: “Iyalah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu aja dinamika kongres,” ucapnya santai.

Dari Relawan Jokowi ke Sahabat Prabowo

Budi Arie memang udah kenyang pengalaman di pemerintahan. Dulu sempat jadi Menteri Desa, lalu Menkominfo, dan terakhir Menteri Koperasi sebelum akhirnya diberhentikan.

Kini, lewat Projo yang makin “dewasa”, ia ngajak para relawan buat move on dan dukung pemerintahan baru Prabowo–Gibran.

“Persatuan nasional itu penting. Tantangan global makin berat, jadi kita harus solid,” pesannya.

Jadi, intinya: Projo enggak lagi “pro Jokowi” tapi pro rakyat dan pro negeri, siap bertransformasi di bawah semangat baru. Dari wajah Jokowi ke arah Prabowo, dari relawan ke gerakan politik — Projo siap naik level! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB