Setahun Kepemimpinan Prabowo: Rapor Merah untuk Bahlil dan Pigai, Celios Sarankan Reshuffle Cepat!

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming/ gambar: pinterest

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming/ gambar: pinterest

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Satu tahun sudah duet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia. Tapi sayangnya, hasil survei terbaru dari Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan rapor merah.

Skornya? Cuma 3 dari 10 — turun jauh dari skor 5 saat 100 hari pertama.

Menurut Direktur Kebijakan Fiskal Celios, Media Wahyu Askar, anjloknya nilai ini karena koordinasi antar lembaga yang lemah, komunikasi publik yang acak-acakan, dan program prioritas yang jalan di tempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama setahun terakhir, banyak kebijakan yang belum terasa efeknya buat rakyat,” kata Askar saat memaparkan hasil survei secara daring, Minggu (19/10).

“Copot Saja Bahlil dan Pigai!”

Survei yang melibatkan 1.338 responden di 34 provinsi itu bahkan menyebut sepuluh pejabat terburuk yang disarankan untuk di-reshuffle. Di antara nama-nama yang paling disorot:

  • Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM
  • Natalius Pigai, Menteri HAM
  • Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional
  • Fadli Zon, Menteri Kebudayaan

Menurut Celios, Bahlil gagal total menjaga stabilitas sektor energi. Komunikasinya membingungkan publik, kebijakannya sering “ngegas” tanpa arah.

Mulai dari pengelolaan LPG, proyek transisi energi yang mangkrak, sampai ketahanan listrik di kawasan 3T yang tak kunjung membaik.

Baca Juga :  156 Ribu Anak Aceh Terancam Stunting, APBA 2026 Tanpa Anggaran?

Sementara itu, Natalius Pigai dinilai tidak mampu memperbaiki wajah penegakan HAM di Indonesia.

Celios menyoroti banyak kasus pelanggaran yang mandek tanpa kejelasan. Publik menilai Pigai lebih sering tampil di media ketimbang menuntaskan persoalan.

Program Makan Bergizi Gratis Berantakan

Sosok lain yang juga kena semprot adalah Dadan Hindayana, yang memimpin program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ambisius ini semestinya jadi kebanggaan pemerintahan Prabowo, tapi justru banyak disorot karena kasus keracunan massal di beberapa daerah.

Celios mencatat, 64% responden menilai program ini belum tepat sasaran, dan 71% menyoroti lemahnya standar gizi serta pengawasan makanan.

“Idenya bagus, tapi eksekusinya amburadul. Banyak dapur umum daerah yang nggak siap,” kata Askar.

Penegakan Hukum dan Ekonomi Masih Suram

Masalah hukum juga tak kalah pelik. Peneliti Celios, Muhammad Saleh, menyebut 75% publik menilai penegakan hukum masih buruk, bahkan 91% menilai komunikasi kebijakan pemerintah membingungkan.

Kepolisian dan TNI pun tak luput dari sorotan — masing-masing hanya mendapat nilai 2 dan 3 dari 10.

Dari sisi ekonomi, 45% responden bilang kondisi rumah tangganya stagnan, 27% makin buruk, dan hanya 28% yang merasa lebih baik.

Baca Juga :  Prabowo Murka! Direksi BUMN Bermental Raja Siap Disikat Kejagung

Tak heran, 84% responden merasa terbebani pajak dan pungutan baru, sementara lebih dari separuh menilai subsidi tak efektif menekan biaya hidup.

Celios: Kalau Nggak Direshuffle, Bisa Kacau

Peneliti Celios, Galau D. Muhammad, memperingatkan bahwa rendahnya kepuasan publik bisa mengancam stabilitas politik dan efektivitas program pemerintah.

“Kalau reshuffle nggak segera dilakukan, kepercayaan publik makin turun dan program strategis bakal terus tersendat,” ujarnya.

Program seperti MBG, transisi energi, dan digitalisasi pemerintahan disebut belum berjalan optimal karena lemahnya koordinasi lintas kementerian.

Elektabilitas Turun, Publik Minta Aksi Nyata

Hasil survei Celios juga menunjukkan penurunan elektabilitas Prabowo-Gibran. Sebanyak 36% responden mengaku tidak akan memilih pasangan ini lagi jika pemilu digelar hari ini.

Askar menegaskan, survei ini bukan bentuk perlawanan, tapi peringatan keras dari publik.

“Presiden di mana pun tidak kebal kritik. Ini bentuk kepedulian masyarakat agar pemerintah segera berbenah,” tutupnya.

Apakah ini jadi sinyal reshuffle besar-besaran di kabinet Prabowo-Gibran? Publik kini menunggu langkah nyata — bukan sekadar janji atau pencitraan. (Red)

*) Rujukan dari berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB