Pendidikan Pancasila, Benteng Karakter Mahasiswa di Era Digital

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tamara Aditha Kartika Putri, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta 2025

Tamara Aditha Kartika Putri, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta 2025

Oleh: Tamara Aditha Kartika Putri *)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dharma Utama Perguruan Tinggi adalah mempersiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.

Melalui berbagai bidang mata kuliah, Perguruan Tinggi dapat mentrasformasikan nilai-nilai kebajikan, keluhuran, dan keilmuan yang bisa bermanfaat bagi keberlanjutan kehidupan manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui Perguruan Tinggi, harapannya lulusan yang diperoleh dapat hidup lebih bermakna dan lebih berguna bagi diri-sendiri, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan Pancasila merupakan mata kuliah umum yang diajarkan di Perguruan Tinggi. Pendidikan Pancasila adalah suatu cabang keilmuan yang mengajarkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam membentuk karakter bangsa.

Sebagai cabang ilmu yang mengajarkan nilai-nilai Pancasila, tentunya Pendidikan Pancasila di tingkat Perguruan Tinggi tidak boleh diabaikan atau semacam formalitas saja.

Justru di tingkat Perguruan Tinggi inilah sosok warga negara baru dipersiapkan dapat mempertanggungjawabkan segala tingkah laku dan perbuatannya terhadap kebaikan dan kemajuan negara.

Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi harus dapat melatih mahasiswa berpikir kritis dan kongkrit sehingga dapat mempersiapkan sosok calon pemimpin yang berkepribadian unggul dan berintegritas.

Peran Pendidikan Pancasila di Era Digital

Di tengah gempuran era digital, mahasiswa sebagai objek pendidikan memiliki kesempatan berinteraksi jarak jauh, dapat mengakses segala macam informasi yang berkaitan dengan bidang keilmuannya, serta dengan mudahnya untuk mengembangkan diri.

Namun, tak dapat dipungkiri adanya pengaruh negatif yang didapat sangatlah kompleks. Pengaruh negatif dapat mengakibatkan lemahnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Contoh pengaruh negatif misalnya penyebaran berita hoax, penyebaran ujaran kebencian dan kurangnya toleransi keberagaman, krisis moral kesopanan dan kesusilaan, tindak kriminalitas meningkat, serta masih banyak lagi lainnya.

Mahasiswa sebagai objek pendidikan tentunya harus memiliki sikap selektif terhadap pengaruh yang muncul dari bebas berakses ini.

Baca Juga :  Menyoal Ketidakadilan di Arena Olimpiade

Para mahasiswa harus dibekali bagaimana cara memberikan andil bagi pembangunan bangsa. Mereka harus dipahamkan tentang tanggungjawab sosial. Mereka harus berkontribusi positif. Mereka harus dapat beradaptasi terhadap segala bentuk perubahan.

Melalui Pendidikan Pancasila, mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis, dan selektif dalam menyaring sebuah informasi. Pendidikan Pancasila dapat membantu mahasiswa memahami dampak dari tindakan mereka di dunia maya.

Pendidikan Pancasila dapat menjadi landasan dalam pengembangan literasi digital yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila.

Dengan demikian, Pendidikan Pancasila dapat digunakan sebagai filter berbagai ancaman dan hambatan terhadap kemajuan bangsa. Pendidikan Pancasila berperan penting guna membangun generasi yang berkarakter Pancasila.

Peran Mahasiswa PBSI di Era Digital

Pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia terdapat mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yang wajib diambil oleh mahasiswa. Mahasiswa dibekali dengan pendekatan keilmuan nilai-nilai yang dapat memperkuat karakter tunas bangsa tersebut.

Transfer nilai-nilai karakter bangsa dapat melalui mata kuliah yang terkait dengan karya sastra seperti drama film pendek, puisi, cerpen dan novel. Contoh nilai-nilai yang digali dan dikembangkan melalui perkuliahan seperti

Puisi

  • “Jembatan” (1998) karya Sutardji Cholzoum Bachri. Puisi ini menggali nilai-nilai keadilan sosial, kemanusiaan, solidaritas dan nasionalisme
  • “Sajak orang kepanasan” (1998) karya WS Rendra, Puisi-puisi ini menggali nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan demokrasi.

Cerpen

  •  “Anjing-anjing penjaga kuburan” (1997) karya Kuntowijoyo,
  • “Robohnya surau kami” (1959) karya AA Navis,
    Cerpen-cerpen tersebut menggali nilai ketuhanan, kemanusiaan dan keadilan sosial.

Film

  • “Jermal” (2005) yang menggali nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan sosial, toleransi dan pantang menyerah.
  • “Belive” (2025) menggali nilai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan
Baca Juga :  Gadget dan Pentingnya Kontrol Orang Tua pada Anak Saat di Lingkungan Keluarga

Novel

  • “Jejak Langkah”(2006) karya Pramoedya Ananta Toer
  • “Perawan Ramaja Dalam Cengkeraman Militer” (2001) karya Pramoedya Ananta Toer

Novel tersebut menggali nilai kemanusiaan, keadilan sosial, keberanian dan pantang menyerah.

Dalam perkuliahan ini, mahasiswa PBSI dituntut menggunakan berbagai media melalui pendekatan belajar berpikir kritis, mandiri, mampu berkomunikasi dengan lancar, kreatif, percaya diri, mudah beradaptasi, peduli kondisi lingkungan dan bangsa.

Melalui media digital, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas digital yang ada untuk kelancaran kuliah dan mengembangkan diri.

Peluang dan Tantangan Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital

Nilai adalah sesuatu yang berharga bagi kehidupan manusia tentang apa yang dianggap baik, benar, mengandung estetika, layak dan penting bagi lingkungan.

Nilai yang baik akan menjadi standar ideal bagi kehidupan manusia. Pancasila merupakan sumber nilai yang dijadikan pedoman manata kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila mengandung nilai ideal yang mendasari urusan kemaslahatan umat manusia.

Melalui ruang digital, nilai-nilai luhur Pancasila dapat ditransformasi melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila. Mahasiswa diharapkan memahami, menganalisis, dan menjawab setiap permasalahan yang dihadapi secara konsisten.

Mahasiswa mampu mengambil peluang yang tersedia dan menjawab tantangan yang tersedia sehingga para mahasiswa ini ke depannya menjadi garda terdepan yang bertanggungjawab pada tetap tegaknya NKRI.

Penutup

Tantangan Pancasila di era digital bukanlah masalah yang sepele. Perlunya semua pihak berkolaborasi dan berkontribusi menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai nilai-nilai Pancasila.

Melalui Perguruan Tinggi nilai-nilai Pancasila dapat ditransformasi kepada mahasiswa melalui ruang digital. Termasuk juga mahasiswa PBSI mendapatkan transfer nilai-nilai Pancasila melalui berbagai karya sastra. (Red)

*) Tamara Aditha Kartika Putri, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta 2025

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Negara Sibuk Menjaga Perbatasan, Siapa yang Menjaga Pikiran Warganya?
Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:50 WIB

Ketika Negara Sibuk Menjaga Perbatasan, Siapa yang Menjaga Pikiran Warganya?

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB