Buruh Jateng Ngamuk Minta UMP 2026 Naik 6,5%, Disnaker: Sabar, Tunggu Jakarta!

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan buruh yang tergabung dalam KSPI dan Aliansi Buruh Jateng (Abjad) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (28/8/2025).(KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah)

Ratusan buruh yang tergabung dalam KSPI dan Aliansi Buruh Jateng (Abjad) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (28/8/2025).(KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Suara buruh Jawa Tengah kembali menggema. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng bareng Aliansi Buruh Jawa Tengah (Abjad) kompak meminta pemerintah menaikkan upah minimum 2026 sebesar 6,5 persen.

Tapi ternyata, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng belum bisa bergerak cepat. Alasannya? Regulasi dari pusat sebagai dasar hukum penetapan upah belum turun juga.

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, bilang kalau urusan UMP dan UMK sebenarnya jadi kewenangan gubernur. Tapi tetap harus nunggu aturan resmi dari pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang kita belum bisa bahas, karena regulasinya belum ada. Nanti kalau sudah turun, baru deh kita mulai pembahasan,” kata Aziz lewat sambungan telepon, Senin (22/9/2025).

Baca Juga :  Duka di Jakarta, Panas Menjalar ke Semarang: Demo Ojol Berujung Ricuh di Depan Polda Jateng

Aziz menegaskan, nantinya proses penetapan UMP/UMK tetap melibatkan Dewan Pengupahan. Selain itu, ruang dialog dengan buruh juga terbuka, meski keputusan akhir tetap bakal mengacu pada formula resmi dan SK gubernur.

“Kita hargai aspirasi teman-teman buruh. Tapi tetap ya, formula yang jadi patokan utama. Indikatornya banyak: inflasi, pertumbuhan ekonomi, kebutuhan hidup layak, sampai kemampuan perusahaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KSPI Jateng, Aulia Hakim, menilai angka 6,5 persen cukup realistis dibanding tuntutan nasional yang sampai 8,5–10,5 persen.

Baca Juga :  “Seribu Pintu” Dibuka! LOFF 2026 Siap Sulap Semarang Jadi Kota Film Kelas Dunia

“Ekonomi Jateng nggak setinggi nasional, jadi menurut kami 6,5 persen itu wajar,” jelasnya.

Selain kenaikan UMK, buruh juga minta pemerintah tetap mempertahankan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK). Alasannya, kalau hanya mengandalkan UMK, buruh makin tertekan.

“Lihat aja, UMK Jepara masih Rp 2,6 juta. Kalau nggak ada UMSK, makin berat buat buruh,” kata Karmanto, Ketua FSPIP yang juga anggota Abjad.

Nah, sementara regulasi dari pusat masih ditunggu, perdebatan soal upah ini diprediksi bakal terus hangat sampai akhir tahun. Jadi, buruh Jateng bisa jadi harus sabar dulu, sambil terus menyuarakan aspirasinya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB