KPK Jangan Plin-plan: RSM Desak Tetapkan Dikky Anugerah Panjaitan Tersangka

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kasus dugaan korupsi proyek jalan Rp231 miliar di Sumatera Utara lagi-lagi bikin heboh. Nama Topan Obaja Putra Ginting, eks Kadis PUPR Sumut, sudah resmi jadi tersangka.

Tapi ada satu nama lain yang juga sering disebut dalam pusaran kasus ini: Dikky Anugerah Panjaitan. Bedanya, sampai sekarang KPK belum juga berani menetapkan status hukumnya.

Yang bikin publik makin geleng-geleng: Gubernur Sumut Bobby Nasution malah melantik Dikky jadi Kepala Bappelitbang Sumut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal jabatan ini strategis banget—ngurus perencanaan pembangunan dan anggaran daerah. Jadi, wajar kalau publik bertanya-tanya, “kok bisa sih orang yang lagi terseret kasus malah naik jabatan?”

Suara keras datang dari Rakjat Sumut Menggugat (RSM). Ketua umumnya, Joseph Pamungkas, blak-blakan bilang kalau pelantikan ini bikin kepercayaan publik makin runtuh.

Baca Juga :  Kejari Barru Rombak Jabatan Strategis, Ini Deretan Pejabat Baru yang Dilantik

“KPK udah periksa Dikky bareng sejumlah saksi lain. Publik tentu heran kenapa prosesnya jalan di tempat,” kata Joseph.

RSM nggak cuma ngomel di media. Mereka udah siap turun ke jalan tanggal 22 September 2025 di depan Gedung KPK Jakarta. Tuntutannya jelas:

Baca Juga :  Kasus Ledakan Bom di Biak: Warisan Berbahaya Perang Dunia II dan Dampaknya terhadap Lingkungan Hidup

1. KPK jangan tebang pilih.
2. Segera tetapkan Dikky sebagai tersangka.
3. Usut tuntas dugaan suap Rp231 miliar.
4. Bersihkan kasus korupsi lain di Sumut.
5. Tangkap semua yang terlibat, tanpa kecuali.

“Rakyat Sumut nggak boleh terus dibohongi. KPK harus berani dan konsisten,” tegas Joseph.

Kalau KPK terus tarik-ulur, gelombang kekecewaan publik bisa makin gede. Ujung-ujungnya, lembaga antirasuah ini bakal kehilangan respect dari masyarakat—sesuatu yang seharusnya jadi modal utama mereka dalam perang lawan korupsi. (Red)

Penulis: Paijo Parikesit

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB