Jateng Magnet Bagi Investor, Kepala Daerah Terapkan Mindset Sales dan Marketing Hingga Sukses Raih Investasi Rp 21 Triliun

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Prinsip Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tentang kepala daerah (gubernur dan bupati/wali kota) bertugas sebagai sales dan marketing daerahnya mendapat apresiasi dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menperin berharap gubernur dan kepala daerah lain di Indonesia juga memiliki mindset yang sama.

Hal itu disampaikan oleh Agus Gumiwang saat menghadiri Grand Opening pabrik panel surya, PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis, 19 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu merupakan hal yang sangat positif. Dengan demikian, kami-kami di pusat bisa tidur nyenyak kalau semua gubernur-gubernur di Indonesia mempunyai mindset yang sama dengan Pak Ahmad Luthfi,” kata Agus dalam sambutannya.

Mindset tersebut juga yang membuat para investor tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,. Khususnya di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar dan keunggulan-keunggulan lain yang berkaitan dengan investasi.

“Wajar saja kalau Jawa Tengah sekarang ini menjadi pusat atau memiliki daya tarik yang luar biasa besar bagi para calon investor yang akan masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Agus memaparkan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah terus naik. Salah satu faktor pendukungnya adalah masuknya investasi ke Jawa Tengah.

Semakin besar investasi maka semakin besar potensi pertumbuhan ekonomi. Potensi serapan tenaga kerja lokal juga akan ikut meningkat dengan adanya investasi.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Pelajar Gelar Dialog Interaktif, Tegaskan Peran Pemuda Jalankan Amanat Konstitusi untuk Palestina

Kontribusi PDRB Jawa Tengah terhadap PDB nasional cukup bagus, yaitu 8,32% dengan laju pertumbuhan 0,09%.

Hal itu menunjukkan pertumbuhannya di atas pertumbuhan nasional. Momentum tersebut harus dipertahankan oleh Jawa Tengah dan kalau bisa sektor penopangnya adalah sektor manufaktur.

“Itu sudah komitmen dari gubernur dan saya juga mendukung. Memang pabrik-pabrik industri manufaktur di Jawa Tengah sudah seharusnya pekerjanya harus lokal,” jelasnya.

Terkait pembukaan PT TMAI di Kendal akan menjadi salah satu pembuka pengembangan ekosistem industri panel surya.

Diketahui saat ini modul surya di Indonesia masih ada di bawah negara-negara lain. PT TMAI juga menajdi yang terbesar di Indonesia terkait industri panel surya.

“Bukan soal besarnya tapi yang menjadi game changer dari pabrik ini adalah mereka punya sertifikat tier 1. Itu tentu akan mempermudah pengembangan ekosistem di Indonesia. Seperti mudah mendapatkan financing dan manfaat lain. Tidak hanya melulu pengembangan pabrik solar panel tapi tier 1 yang bisa ia dapatkan beda dari proyek lain,” jelas Agus.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memang memerintahkan kepada seluruh kepala OPD dan bupati-wali kota di Jawa Tengah untuk menjadi sales dan marketing.

Tujuannya untuk mempromosikan daerahnya agar lebih banyak investor datang.

Investasi di Jawa Tengah pada triwulan I 2025 mencatatkan hasil yang cukup bagus. Realisasi investasi mencapai sekitar Rp 21 triliun. Pertumbuhan ekonomi juga di atas nasional yaitu 4,98%.

Baca Juga :  Siswa Muhammadiyah Sapen Jogja Rebut Medali Perunggu di Olimpiade Sains Dunia, Good Job!

Faktor pendukung tingginya investasi di Jawa Tengah antara lain karena adanya jaminan keamanan dan kondusivitas wilayah.

Berikutnya tentang pelayanan perizinan yang mudah dan cepat, serta didukung dengan ketersediaan lahan dan banyak kawasan industri. Satu hal lagi tentu saja upah tenaga kerja yang kompetitif dibandingkan daerah lain.

“Bandara kami juga sudah internasional, pelabuhan akan kami revitalisasi. Jadi ke depan tidak ada lagi investor yang tidak tertarik, rugi kalau nggak investasi di Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi bagaimana PT TMAI telah menyerap tenaga kerja lokal Jawa Tengah, khususnya Kendal. Setidaknya sekitar 60 persen tenaga kerja di perusahaan tersebut merupakan masyarakat lokal.

Hal itu tentu saja sangat bermanfaat bagi pertumbuhan di Jawa Tengah. Apalagi saat ini Pemprov Jateng terus menggenjot kesiapan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri melalui sekolah vokasi, program-program pelatihan di BLK, dan lainnya.

“Sumber daya manusianya bisa. Kita ada vokasi dan BLK. BLK nanti isinya program-program dari provinsi maupun kementerian yang kita masukkan sehingga mereka siap bekerja. Lowongan pekerjaan ada, sumber daya manusia nanti kami siapkan, vokasi BLK, bahkan ada tenaga kerja yang kita kirim ke China,” jelasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB