Papermob PKKMB UNY 2025: Antara Semangat dan Manajemen Waktu

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Naila Rif'atuttahiyyah, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta/ dok. pribadi

Naila Rif'atuttahiyyah, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta/ dok. pribadi

Oleh: Naila Rif’atuttahiyyah*)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Hari kedua PKKMB Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (6/8/2025), kami para mahasiswa baru datang dengan semangat menyala. Pagi itu dibuka dengan pameran prestasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Dari seni hingga sains, dari olahraga hingga literasi, stan demi stan menampilkan wajah beragam kampus ini. Kami berjalan penuh antusias, menemukan ruang-ruang baru untuk tumbuh, dan merasa inilah rumah intelektual yang akan kami bangun bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, selepas acara pameran, suasana perlahan berubah. Panitia mengumumkan bahwa peserta yang sudah mendaftar papermob diminta berkumpul di luar lapangan, sedangkan yang tidak ikut diperbolehkan pulang.

Menunggu di Bawah Terik Matahari

Kami yang terdaftar mulai berkerumun, berharap kegiatan segera dimulai. Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB. Namun, tak ada informasi lebih lanjut mengenai kapan papermob benar-benar dilaksanakan.

Matahari kian tinggi. Kami pun duduk di rerumputan, berlindung di bawah pohon, berusaha bertahan. Ada yang tiduran, ada yang sibuk menatap layar ponsel, sementara sebagian lainnya hanya diam menatap lapangan.

Semangat yang awalnya menyala mulai meredup. Rasa lelah, bosan, dan gelisah menyusup perlahan. Energi terkuras bukan karena kegiatan, melainkan karena menunggu terlalu lama tanpa kepastian.

Sekitar pukul 13.00, akhirnya kami diarahkan masuk ke lapangan. Papermob pun akan dimulai. Suasana terasa campur aduk: ada yang masih berusaha bersorak dan bertepuk tangan, ada pula yang mulai mengeluh panas.

Baca Juga :  Ketika Negeri Kaya Tak Mau Belajar: Cermin dari China untuk Indonesia

Formasi coba dibentuk. Namun, lamanya waktu menunggu membuat banyak mahasiswa memilih mundur. Bukan karena tak peduli, melainkan karena kondisi fisik tak lagi memungkinkan. Akibatnya, jumlah peserta di lapangan jauh dari kapasitas awal.

Dokumentasi dan Hasil Akhir

Hampir sebulan setelahnya, Senin (1/9/2025), dokumentasi papermob diunggah ke kanal YouTube resmi UNY. Dari rekaman drone, terlihat formasi visual cukup terbentuk di bagian depan. Akan tetapi, barisan belakang tampak renggang bahkan ada yang kosong.

Hasil visual pun kurang maksimal. Padahal, semangat awal mahasiswa sangat besar. Masalah utama justru terletak pada manajemen waktu, koordinasi teknis, dan komunikasi yang belum matang.

Meski demikian, upaya panitia patut diapresiasi. Menggelar papermob pertama dalam skala universitas bukanlah perkara kecil. Mereka harus mengatur ribuan peserta, merancang formasi, hingga menyiapkan dokumentasi visual. Itu semua membutuhkan kerja keras.

Kritik yang muncul bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk bahan perbaikan bersama. Kegiatan sebesar ini punya potensi luar biasa, bukan hanya sebagai tontonan visual, tapi juga sebagai pengalaman kolektif yang mengesankan bagi mahasiswa baru.

Baca Juga :  Udang di Balik Batu: Membongkar Dosa Tambak Ilegal di Wera, Bima

Catatan untuk Perbaikan

Dari pengalaman ini, ada beberapa catatan penting untuk penyelenggaraan berikutnya:

  1. Jadwal yang Lebih Realistis dan Terstruktur. Menunggu terlalu lama tanpa kepastian membuat energi peserta habis sebelum acara dimulai. Koordinasi waktu harus lebih ketat agar antusiasme tetap terjaga.
  2. Komunikasi yang Terbuka dan Aktif. Informasi berkala tentang kondisi, estimasi waktu, atau perubahan jadwal akan membuat peserta merasa dihargai dan tetap terlibat.
  3. Manajemen Kegiatan Outdoor yang Adaptif. Acara di bawah terik matahari butuh persiapan ekstra: tempat teduh, fasilitas istirahat, hingga antisipasi kesehatan peserta
  4. Formasi yang Fleksibel. Formasi visual sebaiknya mempertimbangkan kemungkinan berkurangnya peserta, sehingga hasil tetap rapi meskipun jumlah tidak penuh

Papermob UNY 2025 menjadi momen penting, meski tidak berjalan seideal harapan. Dari sini, kita belajar bahwa acara besar butuh detail yang diperhatikan serius.

Semangat mahasiswa baru bukan hanya soal jumlah yang memenuhi lapangan, tapi juga bagaimana mereka diberi pengalaman yang bermakna.

Semoga tahun depan, PKKMB UNY bisa hadir lebih ramah, adaptif, dan meninggalkan kesan mendalam—bukan karena menunggu berjam-jam di bawah pohon, melainkan karena merasakan kebersamaan yang penuh penghargaan. (Red)

*) Naila Rif’atuttahiyyah, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 46 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB