Publik Geram! KPK Diduga Tebang Pilih, Netizen Desak Periksa Deputi BI & Gubernur Riau

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Drama korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) makin panas! Publik mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan pilih kasih dalam menindak pejabat yang diduga ikut menikmati “jatah haram” dari uang rakyat.

Dari catatan media, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta sudah sempat dipanggil KPK, tapi doi malah mangkir alias gak datang waktu dijadwalkan pemeriksaan, Rabu (20/8/2025). Hal ini bikin publik makin curiga, kok bisa seenaknya skip panggilan resmi lembaga antirasuah?

Bukan cuma Filianingsih, sorotan publik juga tertuju ke Gubernur Riau Abdul Wahid. Nama politisi PKB itu disebut-sebut masuk daftar penerima gratifikasi dana CSR BI & OJK, bareng 44 anggota DPR RI periode 2019–2024 lainnya.

Menurut Fernando, Direktur Rumah Politik Indonesia, kasus ini jangan cuma berhenti di dua nama yang sudah jadi tersangka — Heri Gunawan (Gerindra) dan Satori (Nasdem).

Fernando menegaskan, semua yang ikut cawe-cawe harus diseret, termasuk Abdul Wahid yang dulu duduk di Komisi XI DPR.

“Jangan sampai ada alasan untuk melindungi siapapun. Kalau memang terindikasi, ya diproses. Termasuk Abdul Wahid yang sekarang jadi Gubernur Riau,” tegas Fernando, Selasa (19/8/2025).

Kasus ini makin heboh setelah Satori buka suara. Ia menyebut mayoritas anggota Komisi XI DPR RI juga kebagian jatah CSR. Bocoran itu bak membuka “kotak pandora korupsi” di Senayan.

Baca Juga :  BBM ASEAN Naik Imbas Peran Iran, RI Pilih “Rem” Konsumsi Lewat WFH?

Parahnya, dugaan kerugian negara dari skandal CSR BI ini bukan receh — tapi ditaksir tembus ratusan triliun rupiah. Angka yang bikin rakyat makin ngelus dada, apalagi uang itu harusnya dipakai buat kepentingan sosial, bukan jadi bancakan elite.

Publik sekarang lagi nunggu langkah tegas KPK. Netizen pun ramai di medsos dengan tagar sindiran, nuntut biar lembaga antikorupsi gak jadi “macan ompong” yang cuma berani sama pejabat kelas dua. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB