Jika Ratusan Vila Dibangun di Pulau Padar, Bagaimana Nasib Komodo Sang Penghuni Purba?

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satwa endemik Indonesia, Komodo. (Pinterest)

Satwa endemik Indonesia, Komodo. (Pinterest)

SUARAMUDA.NET, MANGGARAI BARAT — Rencana pembangunan besar-besaran di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur, memunculkan kekhawatiran baru terkait kelestarian satwa endemik ikonik Indonesia: komodo.

PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) mengumumkan akan membangun sebanyak 619 unit sarana dan prasarana wisata di kawasan yang masih termasuk dalam wilayah konservasi Taman Nasional Komodo.

Dari total unit yang direncanakan, sebanyak 448 di antaranya akan berupa vila, sementara sisanya meliputi restoran, pusat kebugaran, spa, kapel pernikahan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek masif ini ditujukan untuk meningkatkan sektor pariwisata mewah di kawasan tersebut.

Namun, dampak ekologis dari pembangunan ini menjadi sorotan utama. Dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang disusun oleh tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB), terungkap adanya kekhawatiran serius terhadap nasib komodo.

Baca Juga :  Dari Nusa Tenggara untuk Nusantara: Bagaimana Suara Rakyat di Tengah Koalisi Besar?

Dokumen Amdal ini dipresentasikan dalam forum konsultasi publik pada 23 Juli 2025 di Golo Mori.

Menurut laporan tersebut, habitat utama komodo di Pulau Padar berada di kawasan lembah yang subur, tempat mereka berburu di padang savana dan hutan bakau.

Beberapa lokasi pembangunan vila dan fasilitas lainnya ternyata masuk dalam wilayah jelajah dan aktivitas makan komodo.

Amdal menyebutkan bahwa proyek ini bisa mengganggu pergerakan alami komodo.

Aktivitas pembangunan dan keberadaan manusia dalam jumlah besar juga berpotensi menghambat proses alami seperti bersarang dan mencari makan.

Selain itu, limbah dari dapur dan makanan dikhawatirkan membuat komodo terbiasa mencari makan di sekitar lokasi pembangunan, mengubah perilaku alaminya.

Baca Juga :  Keren! Pesawat "Indonesia Airlines" Bakal Mengudara di Indonesia, Jadi Pesaing Baru Garuda?

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, sejumlah langkah mitigasi telah disusun.

Di antaranya adalah membangun semua fasilitas dengan sistem panggung (elevated), menyusun SOP bagi para pekerja terkait interaksi dengan satwa liar, hingga pemasangan papan peringatan mengenai keberadaan komodo dan ular berbisa.

Langkah lain termasuk sistem pengelolaan limbah makanan, pembangunan pagar pembatas sesuai tahapan proyek, dan penghentian aktivitas pembangunan jika ditemukan sarang komodo di area proyek.

Monitoring rutin terhadap populasi dan lokasi sarang komodo juga akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Komodo.

Meskipun mitigasi telah dirancang, tetap muncul pertanyaan besar: seberapa efektif perlindungan ini dalam menjaga kelestarian komodo di tengah ekspansi industri pariwisata? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif
Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal
Jagatara Indonesia Siap Kawal Mas Dar Pimpin BGN, Soroti Tantangan Program MBG
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:44 WIB

Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:22 WIB

Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

Gerak Jalan MTs Muhammadiyah 20 Menongo Makin Solid Jelang HUT RI ke-81

Senin, 27 Jul 2026 - 22:27 WIB