Siapa yang Mau Bayar Utang Kereta Whoosh?

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Cepat Whoosh. (Foto: CNBC)

Kereta Cepat Whoosh. (Foto: CNBC)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Proyek kebanggaan era Jokowi, Kereta Cepat Jakarta–Bandung alias Whoosh, lagi jadi sorotan. Pasalnya, beban utang proyek ini bikin napas keuangan PT KAI (Persero) megap-megap.

KAI memimpin konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), pemegang saham mayoritas di PT KCIC, operator kereta cepat.

Dirut KAI Bobby Rasyidin bahkan menyebut proyek ini “bom waktu” saat rapat dengan DPR Agustus lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data DPR menunjukkan, dalam 6 bulan, beban KAI tembus Rp1,2 triliun, dan bisa nyentuh Rp6 triliun pada 2026 kalau nggak segera diberesin.

Baca Juga :  Ada Warna Lain di CFD Boulevard Makassar: Jalin Harmoni Sulsel Gelar Kegiatan Rayakan Hari Toleransi Internasional

Tapi tenang dulu—pemerintah nggak ikut nanggung utang itu. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto bilang, proyek ini murni business to business antara Indonesia–China. “Nggak ada duit APBN di situ,” tegasnya.

Masalahnya, PSBI tercatat rugi Rp4,19 triliun di 2024, dan Rp1,62 triliun lagi di paruh pertama 2025.

Karena itu, holding BUMN Danantara lagi putar otak cari solusi—mulai dari suntikan modal sampai kemungkinan menjadikan sebagian aset Whoosh sebagai aset negara.

Baca Juga :  Hebat! Berikut Daftar 9 Peneliti BRIN yang Masuk Top 2% Periset Dunia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi pemerintah jelas:

“Di perjanjian nggak ada kewajiban pemerintah bayar utang itu.”

Menurutnya, selama struktur pembayaran jelas, China Development Bank nggak bakal ribet. Apalagi Danantara tiap tahun terima dividen BUMN sekitar Rp90 triliun, cukup buat nutup cicilan sekitar Rp2 triliun per tahun.

Jadi, siapa bayar utang Whoosh? Belum final, tapi yang pasti — bukan pemerintah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB