Ada Warna Lain di CFD Boulevard Makassar: Jalin Harmoni Sulsel Gelar Kegiatan Rayakan Hari Toleransi Internasional

- Penulis

Selasa, 19 November 2024 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MAKASSAR, SULSEL – Suasana Car Free Day (CFD) di Boulevard Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (17/11/2024) terasa berbeda dari biasanya.

Selain masyarakat yang berolahraga dan menikmati ragam kuliner khas, kehadiran Jalin Harmoni Sulsel (Jaringan Lintas Iman Harmoni Sulawesi Selatan) menambah warna baru dalam perayaan Hari Toleransi Internasional.

Organisasi yang terdiri dari pemuda berbagai lintas iman dan kepercayaan ini menggelar sejumlah kegiatan menarik untuk merayakan momen tahunan yang jatuh setiap 16 November.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perayaan ini bertujuan memperkuat ruang perjumpaan lintas budaya, agama, dan kepercayaan di tengah keberagaman Kota Makassar.

Beragam atraksi budaya mewarnai acara, termasuk Tari Empat Etnis oleh PMII Sulsel, atraksi Barongsai dari PERMABUDHI Sulsel, serta musikalisasi puisi dan pertunjukan musik dari IJABI Makassar.

Para pengunjung juga diajak untuk menandatangani petisi komitmen Pilkada damai 2024, yang menjadi bentuk nyata seruan persatuan di tengah keragaman.

Acara puncak diisi dengan doa lintas iman dari berbagai perwakilan agama: Islam, Konghucu, Buddha, Katolik, dan Kristen.

Orasi perdamaian dari para tokoh pemuda pun menegaskan pentingnya menjaga harmoni, terutama menjelang Pilkada yang sering menjadi momen rentan terhadap isu SARA.

Respon Masyarakat

Salah satu warga Oche menyambut baik kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengingatkan kita pentingnya menjaga perdamaian dan toleransi. Kota Makassar perlu terus merawat keharmonisan di tengah dinamika perbedaan, terutama menjelang Pilkada, “ucapnya.

Tim Barongsai dari PERMABUDHI Sulsel juga merasa bangga dapat berkontribusi dalam acara ini. “Barongsai sebagai tarian tradisional sangat relevan dengan keberagaman di Makassar. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perayaan ini,” ujar mereka.

Baca Juga :  Logo Organisasi dan Foto Jenderal Polri Dicatut, PW FRN Desak Mabes Polri Usut Aktivitas FRIC

Koordinator acara, Gerald dari Pemuda Katolik Makassar, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perdamaian dan toleransi dapat diwujudkan bersama. Terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah dan organisasi pendukung, yang telah membantu suksesnya acara ini,” tuturnya.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah hambatan, melainkan kekuatan untuk membangun harmoni. Sebagaimana diungkapkan oleh Jessica Cika dari Persadabumi Sulsel, “perbedaan adalah kekuatan untuk membangun harmoni. Semoga nilai persatuan dan perdamaian ini terus dihidupi oleh setiap individu di Makassar.”

Kegiatan ini berhasil menghadirkan semangat toleransi di tengah masyarakat dan memberikan harapan baru untuk kehidupan yang lebih harmonis di Kota Makassar.

Semangat Toleransi

Perayaan Hari Toleransi Internasional 2024 tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen bersama menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Kesuksesan acara ini tak lepas dari kerja keras para panitia dan antusiasme peserta. Fauzah Latifah dari IJABI Sulsel, yang bertugas di divisi perlengkapan, mengungkapkan rasa syukurnya atas keterlibatan dalam acara ini.

“Walaupun penuh dinamika dan kendala, acara ini berlangsung sukses dan ramai. Anak muda di Makassar perlu terus peduli pada isu perdamaian dan toleransi demi meningkatkan kerukunan umat beragama,” tuturnya dengan semangat.

Kesan serupa datang dari Indri, perwakilan Fatayat NU, yang menyoroti makna mendalam dari keberagaman.

Baca Juga :  Bukan Main, Modal Koperasi Desa Merah Putih Rp400 Triliun: Uang Dari Mana, Coba?

“Keberagaman bukan penyebab perpecahan, melainkan kekuatan untuk menyatukan. Hari Toleransi ini mengingatkan pentingnya merawat persatuan melalui saling pengertian,” ungkapnya.

Sementara itu, Fikar dari Jaringan Intelektual Muhammadiyah Makassar mengatakan kegiatan ini adalah bukti bahwa toleransi dan perdamaian tak sekedar narasi, tetapi bisa diwujudkan nyata. Ia menambahkan, isu-isu sensitif seperti SARA yang kerap muncul di Pilkada harus digeser dengan nilai-nilai harmoni.

Tak ketinggalan, Khaer dan tim Tari Empat Etnis Sulsel dari PMII Gowa merasa bangga menjadi bagian dari acara ini meskipun persiapannya penuh tantangan.

“Tari Empat Etnis ini bukan hanya representasi keberagaman budaya Sulsel, tetapi juga keberagaman lintas iman. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi terus menginspirasi normalisasi perdamaian dan toleransi,” jelasnya.

Koordinator kegiatan, Gerald, menutup acara dengan pesan penuh optimisme. “Melalui acara ini, kita membuktikan bahwa perdamaian dan toleransi adalah pondasi kehidupan masyarakat Makassar yang harmonis. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya Jalin Harmoni Sulsel, yang menjadi motor penggerak. Semoga semangat ini terus hidup di hati kita semua,” katanya.

Perayaan Hari Toleransi Internasional 2024 di Makassar bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga langkah nyata untuk mempererat harmoni di tengah perbedaan.

Dengan kolaborasi lintas agama dan budaya, acara ini menjadi bukti bahwa toleransi adalah jembatan untuk membangun masa depan bersama yang damai dan inklusif. Semoga semangat ini terus menyala dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB