Viral Gerakan Ayah Antar Sekolah, Pakar Pendidikan: Langkah Positif

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potret sang ayah yang mengantar anak-anaknya ke sekolah/ gambar: pinterest

Potret sang ayah yang mengantar anak-anaknya ke sekolah/ gambar: pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Seluk beluk dan pendidikan anak sejatinya tak lepas dari tanggungjawab bersama antara suami dan istri.

Dalam hal ini, pendidikan anak dalam keluarga bukan hanya urusan sang ibu—melainkan juga ayah.

Dengan demikian, tugas sang ayah tak melulu pada persoalan mencari nafkah. Dalam perkembangannya, seorang ayah harus juga turut aktif dalam urusan pendidikan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kegiatan yang ringan namun sangat bermakna bagi hubungan anak dan ayah adalah soal mengantar sekolah. Hal ini juga ditegaskan lewat “Gerakan Ayah Mengantar Sekolah”.

Gerakan ini bahkan diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7/ 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Tujuannya tak lain untuk mengatasi krisis fatherless di Indonesia, yakni minimnya keterlibatan figur ayah dalam pengasuhan anak.

Oleh karenanya, lewat gerakan ini, seorang ayah diharapkan dapat terlibat dalam pengasuhan anak di lingkungan keluarga.

Dilansir rri.co.id., pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Holy Ichda Wahyuni, mengapresiasi gerakan ini sebagai langkah positif membangun keterlibatan ayah.

Baca Juga :  Pemerintah Ajak Mudik Lebih Awal, Kamu Sudah Siap?

Langkah Positif dalam Dunia Pendidikan

“Sebagai pemerhati anak, saya mengapresiasi setiap bentuk keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak. Namun, kita perlu renungkan bersama, mengapa hal yang seharusnya menjadi praktik keseharian justru menjadi peristiwa ‘heboh’ yang viral?” kata Holy, Dosen PGSD UM Surabaya, dalam rilisnya kepada rri.co.id, Rabu (16/7/2025).

Holy menilai, fenomena ini menjadi cerminan masih lemahnya praktik pengasuhan ayah di banyak keluarga di Indonesia.

Dalam kajian sosiologi keluarga, hal ini terkait konsep new fatherhood, yaitu peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pemberi kehangatan emosional bagi anak.

“Ketika kehadiran ayah hanya sesekali dan jadi momen istimewa, maka ini tanda bahwa kesetaraan peran pengasuhan belum sepenuhnya tercapai,” katanya.

Holy juga menyoroti konstruksi sosial budaya yang masih mendikte peran ayah sebagai figur jarak jauh.

Pembagian kerja gender tradisional menempatkan ibu sebagai primary caregiver, sedangkan ayah hanya berperan sebagai secondary caregiver.

“Sorotan media atau publik pada aksi ayah mengantar anak justru memperlihatkan bahwa peran natural ayah sebagai pengasuh belum terinternalisasi dalam budaya harian. Apalagi jika dilakukan karena imbauan formal, tentu ini menggelitik,” katanya.

Baca Juga :  Resepsi Pelantikan PKC PMII Jawa Timur: Dari Spiritualitas ke Lompatan Kaderisasi Menuju Jatim Berdaya

Pentingnya Kesadaran Bersama di Lingkungan Keluarga

Menurutnya, keterbatasan peran ayah juga dipengaruhi struktur kerja yang maskulin, budaya jam kerja panjang, dan stereotip sosial yang masih mengecilkan figur ayah sebagai pengasuh.

Holy menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama di ranah keluarga, tempat kerja, hingga kebijakan publik agar peran ayah tidak hanya berhenti pada momen seremonial.

“Penghargaan memang penting, tetapi normalisasi peran ayah pengasuh jauh lebih mendasar. Menjadi ayah bukan hanya hadir di pagi hari mengantar anak, tetapi juga hadir dalam dialog batin anak, kelekatan emosi, dan penguatan karakter,” ucap Holy.

Ia berharap, gerakan ini dapat menjadi awal perubahan menuju kultur keluarga yang lebih setara, hangat, dan partisipatif, di mana ayah dan ibu sama-sama terlibat dalam cinta dan tanggung jawab membesarkan anak. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif
Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:44 WIB

Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:22 WIB

Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Berita Terbaru

Logo Telegram. Gambar: Freepik

KILAS GLOBAL

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:43 WIB