Menatap Tahun Ajaran Baru: “Ijazah Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir”

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ali Achmadi, 
Tenaga Pengajar dan Kabid Humas Yayasan Ar Raudloh
Perguruan Islam Raudlatut Tholibin Pakis - Pati

Ali Achmadi, Tenaga Pengajar dan Kabid Humas Yayasan Ar Raudloh Perguruan Islam Raudlatut Tholibin Pakis - Pati

Oleh: Ali Achmadi *)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Sekolah-sekolah bersiap menyambut wajah baru, dan buku-buku pelajaran mulai ditumpuk di atas meja.

Kepala sekolah, guru, mulai sibuk rapat untuk persiapan tahun ajaran baru. Di banyak tempat, semangat ini disambut dengan harapan: semoga siswa semakin cerdas, semoga guru semakin menginspirasi, dan semoga pendidikan kita semakin bermakna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di tengah semarak itu, ada satu kalimat yang menghentak dan mengajak kita merenung lebih dalam: “Ijazah itu hanya tanda Anda pernah sekolah, bukan pernah berpikir.” (Rocky Gerung).

Kutipan dari buah pikiran seorang pengamat, Rocky Gerung, ini terdengar keras, bahkan mungkin menusuk.

Tapi justru dari ketajamannya kita bisa melihat realitas yang selama ini mungkin kita abaikan: bahwa sistem pendidikan kita terlalu sering berorientasi pada administrasi, bukan esensi. Pada hafalan, bukan pemahaman. Pada nilai akhir, bukan proses berpikir.

Baca Juga :  'Macan Ternak' Sudah Masuk Kampung

Sekolah: Tempat Mendidik atau Menguji?

Kita sering lupa bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang hidup bagi pikiran yang tumbuh, bukan sekadar ruang tunggu menuju ujian nasional.

Kita mendambakan siswa yang memiliki daya pikir kritis, namun sejak dini mereka dicekoki dengan lembar kerja berisi jawaban tunggal.

Kita ingin generasi muda menjadi pemecah masalah, namun mereka lebih sibuk mencari kunci jawaban.

Jika tujuan akhir sekolah hanyalah selembar ijazah, maka sekolah telah gagal pada tugas paling mulianya: membentuk manusia berpikir.

Tahun ajaran baru adalah momentum terbaik untuk mengubah arah. Bukan semata-mata memperbaiki kurikulum, tetapi membangun kultur berpikir.

Mulai dari guru yang memberi ruang bertanya, sampai orang tua yang tidak lagi memaksa anaknya untuk selalu meraih nilai tinggi, tapi mendukung mereka menjadi pencari makna.

Baca Juga :  Profesional atau Pragmatis? Membongkar Wajah Ganda Advokat di Balik Ruang Sidang

Anak-anak tidak butuh sekolah yang penuh hafalan. Mereka butuh pendidikan yang mengasah logika dan nurani.

Mereka perlu merasakan bahwa berpikir itu membebaskan, bukan menekan. Bahwa sekolah bukan pabrik ijazah, melainkan taman bagi benih-benih gagasan yang tumbuh.

Membangun Tradisi Berpikir

Mari kita jadikan tahun ajaran baru ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi sebuah permulaan dari tradisi baru: tradisi berpikir.

Karena bangsa yang besar tidak dibangun oleh lulusan sekolah semata, tapi oleh orang-orang yang berani berpikir, berani bertanya, dan berani berbeda.

Dan kepada semua murid, guru, orang tua, serta pemangku kebijakan pendidikan—semoga tahun ajaran ini menjadi pengingat bahwa ijazah bukan akhir dari segalanya, dan berpikir adalah permulaan dari segalanya. (Red)

*) Penulis adalah Kabid Humas Yayasan Ar Raudloh, Perguruan Islam Raudlatut Tholibin Pakis, Pati

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 28 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB