Mengapa Lembaga Sekelas PBB Mau PHK 6.900 Stafnya?

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo PBB (Pinterest)

Logo PBB (Pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 6.900 staf yang bekerja di bawah badan dunia tersebut .

Dilansir CNN Indonesia, Sekretariat PBB menyebutkan PHK besar-besaran itu terpaksa dilakukan untuk menghemat 20 persen anggaran sebesar US$3,7 miliar atau setara Rp60 triliun.

Perintah itu akan meminta para staf mengenai detail pemotongan pada 13 Juni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana PHK besar-besaran dilakukan PBB di tengah krisis keuangan setelah Amerika Serikat melakukan efisiensi gila-gilaan.

PBB ikut ‘oleng’ terkena dampak karena AS menyokong sekitar seperempat dari total dana yang diperoleh badan dunia tersebut.

Selain pemotongan bantuan luar negeri AS di bawah Presiden Donald Trump yang telah menguras energi badan-badan kemanusiaan PBB, Washington berutang dengan tunggakan dan tahun fiskal saat ini hampir US$1,5 miliar.

Baca Juga :  Gila! China Ciptakan Pulau Terapung Pertama di Dunia—Diklaim Kebal Badai & Bisa Tembus Laut 10.000 Meter!

Kontrolir PBB Chandramouli Ramanathan dalam memonya tidak menyebutkan bahwa rencana PHK itu terkait kegagalan AS untuk membayar.

Ia mencatat bahwa pemotongan itu bagian dari review keuangan ‘UN80’ yang diluncurkan pada Maret.

“Ini merupakan upaya ambisius demi memastikan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa sesuai dengan tujuannya untuk mendukung multilateralisme abad ke-21, mengurangi penderitaan umat manusia, dan membangun kehidupan serta masa depan yang lebih baik untuk semua,” kata Ramanathan, dikutip dari Reuters.

“Saya mengandalkan kerja sama Anda untuk upaya kolektif ini yang jadwalnya telah ditetapkan,” ia menambahkan.

Pemotongan anggaran itu pun akan berlaku efektif per 1 Januari 2026 atau siklus anggaran mendatang.

Saat rapat umum bersama para diplomat PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan akan melakukan perombakan besar-besaran di PBB.

Baca Juga :  Drama Greenland yang "Direbut" Donald Trump, Denmark Pasang Badan!

Sejumlah departemen utama akan dilebur serta pengalihan sumber daya secara global.

Ia mengatakan bahwa PBB mungkin akan melakukan konsolidasi sejumlah agen, memangkas yang lain, dan memindahkan staf ke kota-kota dengan biaya hidup yang lebih murah, serta memotong birokrasi yang berlebihan.

“Ini adalah masa-masa yang penuh ancaman, tapi juga sarat peluang dan kewajiban besar,” ujar Guterres pada 12 Mei.

“Jangan buat kesalahan: keputusan yang tidak nyaman dan sulit akan segera diambil. Mungkin lebih mudah atau tergoda untuk mengabaikan atau menundanya. Namun itu adalah jalan buntu,” ia menambahkan.

Membaca artikel yang diterbitkan CNN Indonesia ini jadi miris, ya, teman-teman. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Belum Kapok Jadi Perdana Menteri, Kini Dia Mau Nyalon Lagi!
SPIEF 2026 Pecahkan Rekor, BRICS Makin Dominan
Trump Cegah Balas Dendam Israel, Tak Mau Konflik dengan Iran Makin Meledak
EAEU dan BRICS: Penantang Baru Dominasi Barat di Panggung Global
Rusia-Indonesia Perkuat Kerja Sama Transportasi: Lalu Lintas Udara ke Bali Melonjak 4 Kali Lipat
Mengupas Tuntas Operasi Terstruktur Media Inggris untuk Mendiskreditkan SPIEF dan Mengisolasi Rusia dari Global Selatan
Indonesia Perkuat Diplomasi Maritim dengan Rusia: Menteri Indonesia Pastikan Hadir di Forum Ekonomi Sankt-Peterburg 2026
Rosatom Kian Memperluas Peta Persebaran Energi Nuklir Rusia di Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07 WIB

Netanyahu Belum Kapok Jadi Perdana Menteri, Kini Dia Mau Nyalon Lagi!

Senin, 8 Juni 2026 - 19:43 WIB

SPIEF 2026 Pecahkan Rekor, BRICS Makin Dominan

Senin, 8 Juni 2026 - 08:05 WIB

Trump Cegah Balas Dendam Israel, Tak Mau Konflik dengan Iran Makin Meledak

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:45 WIB

EAEU dan BRICS: Penantang Baru Dominasi Barat di Panggung Global

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:38 WIB

Rusia-Indonesia Perkuat Kerja Sama Transportasi: Lalu Lintas Udara ke Bali Melonjak 4 Kali Lipat

Berita Terbaru