Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu oleh Anggota DPRD Kabupaten Dompu, NTB, Mencuat ke Publik

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, DOMPU, NTB– Isu dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini tengah menjadi perhatian publik.

Informasi ini beredar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait integritas penyelenggara pemerintahan daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota dewan tersebut diduga menggunakan dokumen pendidikan palsu sebagai syarat administrasi pencalonan legislatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan ini telah memicu desakan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan kepada pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah tegas.

Baca Juga :  Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Siapa Mau Gantiin Dia?

Setidaknya terdapat tiga tuntutan yang disuarakan. Pertama, mendesak Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi NTB dan Kabupaten Dompu untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait kebenaran isu yang berkembang.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas partai di mata publik.

Kedua, masyarakat meminta Kepolisian Daerah (Polda) NTB agar segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan ini.

Langkah hukum diharapkan dapat memastikan adanya penegakan keadilan serta memberi efek jera terhadap oknum yang terbukti melakukan pemalsuan dokumen.

Ketiga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB dan KPU Kabupaten Dompu juga didorong untuk memberikan perhatian serius serta menindaklanjuti persoalan ini sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Setelah Semua Berakhir, Syarikah Pun Masih Menyisakan Kekacauan

Langkah evaluasi dan verifikasi ulang terhadap dokumen administrasi calon anggota legislatif dinilai perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.

Kasus ini menjadi perhatian khusus di tengah upaya peningkatan kualitas demokrasi lokal, di mana integritas personal para penyelenggara pemerintahan daerah sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik yang berjalan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB