Pengelolaan Keuangan UMKM di Bangka Belitung di Era Digital

- Penulis

Minggu, 4 Mei 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/ dok istimewa

Ilustrasi/ dok istimewa

Oleh: Siti Syarah Anjani *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bangka Belitung memegang peranan krusial dalam mendukung perekonomian daerah.

Meski demikian, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala serius, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesulitan utama yang dialami pelaku UMKM di Bangka Belitung adalah belum mampu menyusun laporan keuangan secara rapi dan transparan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan akan pentingnya pencatatan akuntansi serta keterbatasan dalam hal sumber daya.

Akibatnya, banyak usaha yang tidak memiliki laporan keuangan yang layak, sehingga menyulitkan mereka dalam mengakses sumber pembiayaan dan mengembangkan bisnis.

Langkah Peningkatan Kapasitas Keuangan UMKM

Sebagai bentuk solusi, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggandeng IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung untuk menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).

Baca Juga :  Mengintegritasikan Nilai-nilai Islam dalam Membangun Bisnis Syari’ah

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelaku UMKM dengan kemampuan menyusun laporan keuangan sesuai standar nasional, meningkatkan keterbukaan informasi keuangan, serta memudahkan mereka mendapatkan akses pendanaan.

Selain itu, pelatihan ini juga membahas prosedur dan regulasi ekspor agar pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri.

Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pemasaran

Pemasaran produk juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM di era digital. Masih banyak yang mengandalkan cara konvensional, seperti menjual langsung di pasar lokal.

Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan pelatihan terkait digitalisasi produk, salah satunya melalui program “Peningkatan Digitalisasi Produk UKM” di Hotel Santika Bangka.

Dalam kegiatan ini, 30 pelaku UMKM dilatih untuk mengoptimalkan penggunaan platform digital guna memasarkan produk mereka secara lebih luas, efisien, dan produktif.

Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan turut memberikan dampak positif dalam peningkatan kapasitas UMKM.

Baca Juga :  Urgensi Sistem Manajemen Inovasi Terhadap Persaingan di Provinsi Babel

Contoh nyata terlihat pada pelatihan yang dilaksanakan oleh Pemkab Bangka Tengah bersama IAIN SAS Bangka Belitung, yang dirancang untuk memberikan materi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Di samping itu, pelatihan ekspor juga disoroti agar UMKM mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar internasional, memperluas pasar, serta meningkatkan citra positif produk lokal Bangka Belitung di mata global.

Agar UMKM di Bangka Belitung dapat tumbuh secara berkelanjutan dan berdaya saing di era digital, dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, akademisi, dan para pelaku usaha.

Penguatan pemahaman dalam bidang akuntansi serta pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor kunci dalam menjawab tantangan dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada. (Red)

*) Siti Syarah Anjani, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB