Mewaspadai Dampak Pohon Tumbang dan Ancaman Keselamatan Warga

- Penulis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto pohon tumbang dan Dimas Destri Prayoga, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Foto pohon tumbang dan Dimas Destri Prayoga, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Dimas Destri Prayoga *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Bangka Belitung yang dikenal dengan keindahan alamnya kini sedang menghadapi masalah serius terkait pohon tua—yang sering tumbang dan mengenai kabel listrik.

Kejadian ini kerap terjadi terutama saat musim hujan dan angin kencang. Imbasnya, tidak hanya menyebabkan listrik padam tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pohon-pohon tua yang kondisinya sudah rapuh menjadi penyebab utama tumbangnya pohon tersebut. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang semakin meningkatkan risiko ini.

Selain itu, keberadaan pohon yang dekat dengan tiang listrik dapat memperparah dampak, seperti terputusnya kabel listrik, kerusakan tiang penyangga, dan dapat juga menimpa warga sekitar.

Dampak dari tumbangnya pohon yang mengenai kabel listrik tersebut tentu sangat merugikan. Pemadaman listrik bisa terjadi selama 4 hingga 5 jam, yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga dan perekonomian lokal.

Hal yang buruk lagi, putusnya kabel listrik juga berpotensi menyebabkan kecelakaan listrik bahkan kebakaran.

Baca Juga :  Tantangan Pemerintah dalam Upaya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Salah satu contohnya adalah pohon tua yang tumbang di samping kantor BCA yang membuat listrik padam praktis selama lima jam pada 1 Mei 2025.

Dalam akun Tiktok @panggilsajanang01 terekam bagaimana detik-detik pohon tua tersebut tumbang yang menimpa kabel listrik.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah bersama PLN sudah melakukan berbagai langkah.

Dinas Lingkungan Hidup Bangka dan Pemerintah Kota Pangkalpinang secara rutin memantau dan memangkas pohon-pohon tua yang berpotensi tumbang, terutama yang dekat dengan jaringan listrik.

Penebangan pohon yang sangat rawan juga dilakukan dengan koordinasi bersama PLN agar tidak mengganggu pasokan listrik.

Demikian pula kerja sama antara pemerintah daerah dan PLN sangat penting dalam menangani masalah ini.

Misalnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan pemangkasan dan penebangan pohon selama musim hujan guna mencegah pohon tumbang yang membahayakan warga.

Baca Juga :  Investasi Akhirat Terbaik: Menggapai Cinta Allah Melalui Sedekah dan Memaafkan

Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk tidak menanam pohon besar di trotoar atau sepanjang jalan kota sebagai langkah pencegahan.

Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan. Kesadaran dan partisipasi warga dalam melaporkan pohon yang berpotensi tumbang dapat membantu pihak berwenang mengambil tindakan cepat.

Teknologi seperti drone juga digunakan untuk memantau kondisi pohon agar pengawasan lebih efektif.

Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti tambang ilegal juga memperburuk kondisi.

Di beberapa wilayah Bangka Barat, tambang ilegal menyebabkan erosi tanah yang membuat tiang listrik roboh dan menyebabkan pemadaman di beberapa desa.

Hal ini menunjukkan bahwa penanganan masalah pohon tumbang dan jaringan listrik harus melibatkan berbagai aspek, termasuk pengawasan aktivitas yang merusak lingkungan. (Red)

*) Dimas Destri Prayoga, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Rencana Aksi Kendal: Menyuarakan Aspirasi atau Mengusung Kepentingan Politik?
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:16 WIB

Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian

Berita Terbaru