Mengulik Kasus Kematian Pengguhna BPJS di Bangka Belitung

- Penulis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sherly Meivita, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Sherly Meivita, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Sherly Meivita *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Kasus viralnya pasien BPJS yang diduga diabaikan oleh salah satu oknum rumah sakit telah meningkatkan keprihatinan mendalam terhadap kualitas layanan kesehatan di Bangka Belitung.

Keluarga pasien yang mengalami kenyataan pahit ini bahkan mengunggah video di media sosial tentang kemarahannya terhadap penanganan BPJS yang dianggapnya kurang layak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pun menyoroti adanya ketidakadilan dan ketidakseimbangan pengobatan antara pasien BPJS rumah sakit dan pasien publik.

Kejadian dimulai ketika Tjoeng Kiun Siat, seorang pasien berusia 75 tahun yang menjalani perawatan setelah amputasi kaki, mengalami penurunan kesehatan yang serius.

Keluarga mengeluh tentang perawatan yang terlambat, termasuk menolak untuk pindah ke unit perawatan intensif dengan alasan kamarnya penuhm

Baca Juga :  Kyai dan Pesantren, Pilar Peradaban yang Tak Sembarang Bisa Direduksi Media

Di sisi lain, pasien pun terus mengeluh tentang rasa sakit dan pelayanan yang lama. Ini meningkatkan kecurigaan bahwa pasien BPJS menerima perawatan yang berbeda dan kurangnya prioritas dibandingkan dengan pasien prabayar.

Ditinjau dari ragam perspektif, kasus ini merupakan cermin dari kegagalan sistem kesehatan nasional untuk memastikan bahwa hak – hak pasien dengan BPJS dipenuhi dengan cara yang adil dan rasa kemanusiaan.

Meskipun BPJS Health telah memastikan akses ke layanan kesehatan yang sebanding tanpa diskriminasi, kenyataan di lapangan menunjukkan kesenjangan yang tidak menguntungkan bagi peserta BPJS, terutama dalam keadaan kritis.

Pertahanan seperti itu tidak hanya masalah teknis untuk rumah sakit, tetapi juga mencerminkan perlunya penilaian dan reformasi komprehensif dalam pengelolaan layanan kesehatan menggunakan BPJS.

Baca Juga :  Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia

Rumah sakit harus memprioritaskan profesionalisme dan empati, terutama untuk pasien yang harus mendapatkan penanganan darurat.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan peng BPJS dalam meningkatkan standar layanan dan mengkonfirmasi bahwa pasien merasa mereka tidak lagi tersisa dalam status keanggotaan.

Keadilan dan kemanusiaan harus menjadi prinsip utama layanan kesehatan. Dengan cara ini, keluarga tidak akan kehilangan kerabat mereka dalam kekecewaan dan kemarahan, dan mereka akan merasa percaya dan aman terhadap layanan kesehatan. (Red)

*) Sherly Meivita, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB