Menyoal Pelayanan BPJS di Rumah Sakit Swasta: Antara Bisnis dan Hak Pasien

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga Ramadhani, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Bunga Ramadhani, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Bunga Ramadhani *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Kejadian tragis terjadi di RS Siloam Bangka ketika seorang pria berusia 75 tahun, yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan, tidak langsung diberikan perawatan ICU meskipun dalam keadaan kritis.

Oleh petugas, ruang ICU disebut telah penuh. Namun keluarga pasien mengungkapkan bahwa mereka melihat adanya ruang kosong. Mereka pun merekamnya dan menyebarkan kejadian itu di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena itu lalu menimbulkan kemarahan di kalangan masyarakat. Mereka menanyakan integritas rumah sakit serta perlakuan yang tidak sama antara pasien BPJS dan pasien umum (mandiri).

Masalah ini menunjukkan adanya permasalahan sistemik dalam pelayanan kesehatan, khususnya antara hubungan rumah sakit swasta dan peserta BPJS.

Baca Juga :  Euforia Ekonomi Digital: Antara Akselerasi dan Ilusi Kesejahteraan

Rumah sakit sering kali dianggap tidak bersahabat dengan pasien BPJS akibat keterlambatan pembayaran klaim, jumlah klaim yang tampak kecil, dan prosedur administratif yang rumit.

Namun di sisi lain, dinilai dari sisi kemanusiaan, tidak seharusnya nyawa manusia menjadi korban karena alasan “bisnis”. Peserta BPJS yang rutin membayar iuran berhak mendapatkan pelayanan yang setara tanpa adanya diskriminasi.

BPJS Kesehatan telah melakukan peninjauan dan memberikan sanksi administratif kepada rumah sakit tersebut, tetapi langkah ini dianggap belum mencukupi.

Oleh karenanya, diperlukan pengawasan yang ketat dan teratur terhadap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

Baca Juga :  Masihkah Api Sumpah Pemuda Menyala di Dada Generasi Stroberi?

Selain itu, perlu juga adanya edukasi masyarakat tentang hak-hak pasien BPJS, dan penegakan sanksi hukum yang tegas jika terjadi pelanggaran serius, seperti penolakan terhadap pasien yang dalam keadaan darurat.

Kejadian ini harus menjadi pengingat penting bagi pemerintah, BPJS, dan rumah sakit agar fokus layanan lebih mengutamakan keselamatan serta hak pasien di atas keuntungan finansial.

Kepercayaan masyarakat dan nyawa manusia adalah hal yang terpenting, bukan hanya sekadar reputasi atau keuntungan. (Red)

*) Bunga Ramadhani, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB