Judol dan Cermin Gagalnya Perlindungan dan Edukasi Masyarakat

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dhea Lova Andini, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Dhea Lova Andini, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Dhea Lova Andini *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Kasus judi online (judol) di Kamboja yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) bukan hanya persoalan hukum lintas negara, tetapi juga mencerminkan kegagalan sistemik dalam perlindungan dan edukasi masyarakat kita.

Banyak WNI yang terlibat dalam aktivitas ini karena dijanjikan pekerjaan yang layak, namun berakhir menjadi bagian dari sindikat kejahatan digital internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masuknya WNI ke lingkaran judi online di luar negeri seringkali diawali oleh modus penipuan lowongan kerja.

Ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap perekrutan tenaga kerja migran dan minimnya literasi digital serta pemahaman hukum di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Menyoal Pengangkatan Advokat oleh PERADI Profesional: Integritas Profesi atau Konflik Etik Sejawat?

Pemerintah perlu bertindak lebih tegas dalam memantau agensi perekrutan, serta memberikan edukasi luas tentang risiko kerja ilegal dan bahaya jaringan kriminal siber.

Selain itu, ini menjadi alarm bagi penegakan hukum di Indonesia. Meski operasi dilakukan di luar negeri, pelaku dan jaringan pendukungnya sering kali berakar atau berjejaring dengan pihak-pihak di dalam negeri.

Kerja sama internasional antara aparat hukum Indonesia dan negara-negara seperti Kamboja harus diperkuat agar tidak ada celah bagi para pelaku untuk lolos dari jerat hukum.

Penting pula disadari bahwa akar masalah ini bukan hanya ekonomi, tetapi juga sosial. Ketimpangan, minimnya lapangan kerja berkualitas, dan ketidakpastian masa depan mendorong sebagian warga nekat menempuh jalan pintas.

Baca Juga :  Ekonomi Syariah “Penyelamat” Ekonomi Perkotaan yang Terlupakan di Tahun 1998

Maka, solusi jangka panjang harus menyentuh perbaikan kesejahteraan dan pendidikan karakter bangsa.

Dengan demikian, kasus judi online ini seharusnya menjadi momentum untuk membenahi sistem secara menyeluruh—dari perlindungan WNI di luar negeri, penguatan literasi digital, hingga menciptakan peluang kerja yang adil dan bermartabat di dalam negeri. (Red)

*) Dhea Lova Andini, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Berita Terbaru