Koperasi Keluarga Pers Indonesia Dorong Kolaborasi Pembiayaan untuk UMKM dan Koperasi Pasca Lebaran

- Penulis

Minggu, 13 April 2025 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MEDAN – Dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi pelaku UMKM dan koperasi pasca Lebaran, Koperasi Keluarga Pers Indonesia menggelar Coffee Morning bertema “Solusi Pembiayaan Pengusaha UMKM dan Koperasi Pasca Lebaran: Peluang dan Tantangan”, Jumat (11/4), di Hotel Sultan, Medan.

Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor strategis, yaitu Ahmad Abdullah (Kepala Bidang Ritel PT Bank Sumut), Laode Karsid (Kepala Perwakilan LPDB Kementerian Koperasi dan UKM untuk Sumatera), serta pengamat ekonomi Sumut Benjamin Gunawan. Forum ini juga dihadiri pelaku usaha, koperasi, akademisi, dan perwakilan media.

Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia, Devis Karmoy, mengatakan kegiatan ini bertujuan menjadi wadah diskusi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat UMKM dan koperasi di tengah tantangan ekonomi global.

“Kita ingin pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan. Kolaborasi adalah kunci,” ujar Devis.

Dalam paparannya, Ahmad Abdullah menegaskan bahwa Bank Sumut memiliki berbagai skema pembiayaan, termasuk KUR dan program pelatihan kewirausahaan yang bisa diakses oleh mahasiswa, pelaku usaha pemula, maupun korban PHK. Bank Sumut juga menyiapkan pinjaman produktif hingga Rp1,1 triliun sepanjang 2025.

Sementara itu, Laode Karsid menyampaikan bahwa LPDB hadir untuk membiayai koperasi yang serius, produktif, dan terstruktur. Dana bergulir yang disediakan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha riil maupun simpan pinjam, dengan bunga rendah dan proses tanpa biaya.

Baca Juga :  Begini Cara Cek NIK Sudah Jadi NPWP atau Belum, Batas Akhir 30 Juni 2024 !

Pengamat ekonomi Benjamin Gunawan menyoroti pentingnya kesiapan UMKM menghadapi tekanan global seperti pelemahan rupiah, naiknya harga bahan pokok impor, dan menurunnya daya beli masyarakat. Ia mendorong pemerintah dan pelaku usaha agar memperkuat strategi mitigasi jangka menengah.

Koperasi Keluarga Pers Indonesia berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi nyata antara koperasi, dunia perbankan, dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi berbasis rakyat. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB