Refleksi Maya: Dampak Media Sosial terhadap Etika Anak di Kalangan Masyarakat

- Penulis

Sabtu, 12 April 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak-anak sedang bermain sosial media (sumber; pinterest)

Ilustrasi anak-anak sedang bermain sosial media (sumber; pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG – Media sosial membawa pengaruh besar terhadap anak-anak, ia bukan lagi sekedar alat komunikasi, melainkan telah menjadi ruang hidup kedua bagi mereka.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, mereka lebih mudah terhubung dengan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.

Meskipun media sosial di satu sisi memberi banyak manfaat, tetapi perlu ada pemahaman yang jelas tentang efek terhadap kehidupan ana-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Medial sosial ini kadang dapat membentuk atau membuat cara berpikir, bertindak bahkan cara berbicara.

Namun sinkronnya dengan arus informasi yang melimpah, nilai-nilai etika perlahan mulai geser.

Refleksi maya ini menjadi cerminan bagimana anak-anak untuk mengintegrasikan perilaku yang mareka lihat di dunia virtual kedalam kehidupan nyata.

Media sosial seringkali mempromosikan konten-konten yang tidak selalu sesuai dengan usia dan perkembangan moral pada anak.

Misalnya melontarkan kata-kata kasar, aksi prank yang merugikan orang lain, konten yang menjurus pada pelecehan, ataupun bahkan tindakan represif

Baca Juga :  Banjir, Perusahaan Tambang, dan Absennya Nurani Kekuasaan di Aceh Selatan

Akibatnya, anak-anak menjadi terbiasa menyerap meniru atau bahkan memperaktekan hal- hal yang menyimpang dari norma sosial di masyarakat.

Mareka pun mulai kehilangan batas antara mana yang pantas dan tidak pantas.

Adapun pengaruh lain dari media social terhadap anak-anak seperti etika dalam berkomunikasipun turut mengalami degradasi.

Banyak anak-anak yang saya temukan berkomentar sembarangan di kolom komentar, baik di akun Facebook maupun di TikTok.

Dan mereka tidak menyadari dampak psikologi dari kata-kata yang ditulisnya terhadap orang lain.

Kesadaran mulai hilang, karena interaksi virtual terasa tak nyata. Bahkan dalam kehidupan nyata, yang saya rasakan anak-anak menunjukan kecenderungan kurang sopan.

Sikap itu, baik dalam bertutur kata maupun berkomunikasi dengan yang lebih tua dari usia mareka.

Kadang ada juga yang kurang menghargai satu sama lain, karena mareka sudah terbiasa dengan pola interaksi “kasar” di dunia maya.

Baca Juga :  Ketika Gen Z Turun Tangan: Inovasi UMKM Bangka Belitung di Era Digital

Tentu tidak semua konten di platform media sosial bersifat negatif. Ada juga yang bersifat edukasi, motivasi, hingga kereatifitas yang bisa menginspirasi.

Namun anak-anak harus perlu pengawasan dan pembinaan dari orang tua, karena mereka cenderung mengambil bagian yang salah.

Nah, di sinilah pentingnya peran orang tua, guru serta masarakat dalam memberi literasi digital dan pendampingan etika supaya anak-anak lebih paham menggunakan bermedia sosial.

Masarakat perlu kembali mengutamakan bahwa pentingnya etika, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Anak-anak penting untuk dibimbing dan dibina agar bijak dalam bersosial media—yang dalam hal ini bukan hanya sekedar dibatasi

Media sosial seharusnya menjadi cermin untuk mengembangkan potensi, bukan merusak nilai. Refleksi maya ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang arah moral generasi masa depan. (Red)

Penulis: Gorgonius Darsan, mahasiswa Program Studi Matematika, UNIKA St. Paulus Ruteng

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB