Janji Kopi dan Wi-Fi Gratis: Realisasi Masih Jauh, Tapi Kita Sudah Haus!?

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Sumber foto: Instagram @zilenial.jateng)

(Sumber foto: Instagram @zilenial.jateng)

Oleh: Didik T. Atmaja*)

SUARAMUDA, SEMARANG – Waktu dengar ada calon gubernur yang mau kasih kopi dan internet gratis buat Gen Z, jujur, saya sempat mikir: “Wah, ini baru calon pemimpin yang paham kebutuhan rakyat—setidaknya rakyat yang butuh konten dan kafein.”

Ahmad Luthfi, nama yang kini telah menjadi sang Gubernur dan ramai diperbincangkan di Jawa Tengah, pernah bikin program yang catchy banget: Kartu Zilenial!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewat kartu ini, katanya anak muda bisa ngopi dan ngenet gratis di tiap kecamatan. Canggih. Estetik. Ngangenin (karena belum kejadian).

Kopi Gratis: Simbol atau Strategi?

Buat Gen Z, kopi itu bukan sekadar minuman. Itu mood booster, ice breaker, bahkan inspirasi saat ngerjain deadline jam 2 pagi.

Jadi, saat ada janji kopi gratis dari calon gubernur, itu kayak nemu promo buy 1 get 1—langsung menarik.

Tapi sayangnya, kopi gratis itu masih sebatas kata. Warung kopi kecamatan belum kelihatan. Mesin espresso belum berdengung. Barista lokal pun belum manggung.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi: Potensi Desa Jadi Basis Pembangunan Jateng

Internet gratis juga gitu. Katanya mau disediakan di setiap kecamatan. Tapi sampai sekarang, jangankan Wi-Fi gratis, sinyal 4G aja di beberapa desa masih suka ghosting.

Masyarakat udah siap nonton YouTube sambil ngopi, tapi loading-nya aja 3 babak.

Belum ada pengumuman resmi soal titik akses, siapa penyedia layanannya, atau kapan mulai. Semuanya masih dalam fase “akan direncanakan”.

Generasi Z: Butuh Aksi, Bukan Janji

Yang bikin gemes nih, program ini tuh punya potensi besar. Bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi bisa jadi ruang kreatif buat anak muda Jawa Tengah.

Tempat mereka diskusi, bikin proyek bareng, belajar digital skill, bahkan buka usaha kecil-kecilan.

Tapi kalau cuma dijadikan bahan kampanye doang, ya… sayang banget ya.

Jangan sampai Gen Z cuma dijadikan bahan konten kampanye, tapi dilupakan setelah kotak suara ditutup.

Buat tim Luthfi, nih, (kalau baca ini), coba deh update ke publik.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Launching Kantor Gubernur Sebagai Rumah Rakyat, Masyarakat Dipersilahkan "Ngudo Roso" pada Gubernur

Nggak perlu panjang-panjang, cukup kasih info: program ini lagi di tahap mana, kapan mulai, dan siapa aja yang terlibat. Biar anak muda tahu mereka nggak di-PHP-in.

Dan kalau bisa, libatkan komunitas lokal. Bayangin kalau warung kopi yang dikasih subsidi itu adalah warung warga.

Kan jadi win-win: anak muda ngopi, UMKM jalan, ekonomi tumbuh.

Penutup yang Belum Gratis

Kopi dan internet gratis mungkin terdengar receh bagi sebagian orang. Tapi buat Gen Z, itu bisa jadi modal awal buat berkarya, belajar, dan bikin perubahan.

Kita nggak minta banyak—cukup janji yang ditepati, bukan dibungkus estetik lalu dilupakan.

Jadi, Pak Luthfi, kalau programnya udah siap, kasih tahu. Kalau masih disusun, sampaikan.

Tapi kalau cuma buat nyari simpati… ya, kami tetap ngopi—tapi mungkin bukan di tempat Bapak. (Red)

*) Didik T. Atmaja, pegiat media, tinggal di Semarang

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB