Bagaimana Pancasila Menjawab Beragam Tantangan dan Problem Kebangsaan?

- Penulis

Minggu, 23 Maret 2025 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pancasila / pinterest

Ilustrasi Pancasila / pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG – Sebagai dasar negara, Pancasila terdiri atas nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang tentunya telah tertanam pada jiwa bangsa.

Pancasila juga memegang kedudukan tertinggi sebagai sumber dari segala sumber hukum. Kedudukan tersebut membuat seluruh peraturan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Namun demikian, semua itu menyisakan tantangan yang tak ringan. Beragamnya mulai dari kekayaan alam serta keanekaragaman suku, budaya, agama, dan bahasa justru menjadi tantangan tersendiri terutama dewasa ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pancasila tetap harus berperan penting dalam menjaga keutuhan negara agar terhindar dari perpecahan yang ditimbulkan dari keberagaman tersebut.

Hingga saat ini, tak sedikit problem yang menjadi tantangan beratnya, mulai dari sikap intoleran, hingga perubahan pada sikap dan perilaku koruptif yang belakangan ini terus santer menjadi isu trending yang tak henti-hentinya.

Maka, dalam ruang lingkup pendidikan, Pancasila mempunyai peran penting dalam membentuk karakter bangsa dan menghadapi berbagai tantangan yang ada di Indonesia. Oleh karenanya, pendidikan Pancasila dalam praktiknya harus benar-benar diinternalisasikan dalam setiap pembelajaran di sekolah.

Baca Juga :  Menyoal Ketidakmerataan Akses dan Layanan Pendidikan di Indonesia

Pada tataran implementasi, pendidikan Pancasila tidak bisa hanya sebatas teori di kelas tanpa ada penekanan pada praktik. Sila-sila pada Pancasila harus diamalkan dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Jika nilai-nilai yang terkandung dapat benar-benar ditanamkan sejak dini, maka generasi mendatang akan tumbuh lebih baik, dan benar-benar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks demokrasi, pemahaman yang baik pada Pancasila akan mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses politik, baik melalui pemilihan umum maupun dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Pendidikan Pancasila yang baik akan membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pentingnya keterlibatan dalam menjaga dan mengawal demokrasi. Kegiatan saling membantu, gotong-royong, kepedulian sosial akan terus tertanam .

Pendidikan Pancasila yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan juga akan mendorong generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Lalu, dalam ruang lingkup budaya nilai yang dikandungnya tentu akan mempunyai peran penting dalam menjaga keberagaman budaya di Indonesia.

PR terberatnya adalah, di era digital seperti sekarang ini, pendidikan Pancasila harus bisa beradaptasi. Banyaknya konten-konten hoaks yang selalu hadir di dinding dan ruang sosial media menjadi tak terhindarkan.

Baca Juga :  Beasiswa LPDP dan Fenomena Brain Drain

Parahnya, fakta itu justru memperburuk hubungan antar budaya. Oleh karenanya, adanya pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai itu akan mendorong kaula muda yang ‘melek digital’ akan lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan tidak mudah terprovokasi.

Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Sebagai ideologi negara, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai landasan hukum, tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika yang dapat membentuk karakter bangsa.

Kita musti sepakat bahwa Pancasila dapat menjadi alat untuk mengatasi permasalahan sosial, politik, dan ekonomi. Pancasila bersumber pada nilai-nilai dalam masyarakat yang bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia.

*) Penulis: Intan Prima Mustika, mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan
***) Isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi pandangan redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB