Memaknai Kembali Nilai-nilai Pancasila

- Penulis

Selasa, 18 Maret 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pinterest

Ilustrasi: Pinterest

Oleh: Siti Ristyana *)

SUARAMUDA, SEMARANG – Pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari ketimpangan akses pendidikan di daerah pelosok hingga kualitas pendidikan yang belum merata.

Salah satu isu yang perlu mendapat perhatian khusus adalah penguatan pendidikan karakter di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Di sinilah urgensi pendidikan Pancasila menjadi sangat penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendidikan Pancasila bukan hanya tentang mengajarkan ideologi negara, tetapi juga merupakan usaha untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila—seperti gotong royong, keadilan sosial, dan toleransi—sebagai landasan moral bagi generasi muda.

Baca Juga :  Urgensi Pancasila dalam Menghadapi Tantangan Globali

Di tengah polarisasi sosial yang semakin tajam dan tantangan pluralisme, Pancasila dapat menjadi perekat yang memperkuat kebhinekaan dan kesatuan bangsa.

Namun, penerapan pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah seringkali terkesan kurang efektif dan hanya sebatas menjadi mata pelajaran formal tanpa penekanan yang cukup pada penghayatan dan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, pendidikan Pancasila perlu dimaknai secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai materi ajar, tetapi sebagai pendekatan untuk membangun karakter dan kebangsaan.

Urgensi pendidikan Pancasila saat ini terletak pada perannya untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga :  Krisis Moral dan Implementasi Nilai-nilai Pancasila

Pendidikan yang menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dapat membantu menanggulangi masalah sosial yang muncul akibat perbedaan, seperti intoleransi dan diskriminasi, sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan.

*) Siti Ristyana, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan
***) Isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi pandangan redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB