Korupsi dan Kehilangan Nilai

- Penulis

Selasa, 18 Maret 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi; Pinterest

Ilustrasi; Pinterest

Oleh: Shinta Maulia Rahmadani *)

SUARAMUDA, SEMARANG – Korupsi telah menjadi salah satu masalah terbesar di Indonesia.

Berbagai kasus korupsi telah terungkap, mulai dari korupsi yang dilakukan oleh pejabat tinggi negara hingga korupsi yang dilakukan oleh pegawai rendahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korupsi tidak hanya merugikan negara dan masyarakat, tetapi juga merusak nilai-nilai dan moralitas bangsa.

Penulis berpandangan, salah satu penyebab utama korupsi di Indonesia adalah kehilangan nilai-nilai Pancasila.

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia seharusnya menjadi fondasi yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  Bahasa yang Berubah, Budaya yang Bertahan

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila semakin tergerus oleh arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, penulus berpendapat bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Pendidikan Pancasila tidak hanya tentang menghafal lima sila Pancasila, tetapi juga tentang memahami nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila.

Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila, sehingga dapat menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Self-Discovery di Dunia Maya: Teknologi dan Identitas

Dengan pendidikan Pancasila yang kuat, kita dapat memupuk nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, dan kepedulian terhadap orang lain.

Nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk menghindari korupsi dan membangun masyarakat yang lebih baik.

*) Shinta Maulia Rahmadani, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan
***) Isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi pandangan redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB