Gubernur Ahmad Luthfi: Tidak Ada yang Ditinggalkan dalam Pembangunan Daerah

- Penulis

Kamis, 13 Maret 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Ahmad Luthfi saat acara Ngopfi di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu 12/3/2025 malam.

Gubernur Ahmad Luthfi saat acara Ngopfi di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu 12/3/2025 malam.

Cilacap, SUARAMUDA – Ngobrol Bareng Pak Luthfi (Ngopfi) telah sampai di kabupaten kelima, yaitu Kabupaten Cilacap.

Forum dialog yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tersebut cukup efektif untuk menyerap aspirasi dan mengetahui langsung seluruh permasalahan masyarakat yang harus segera diselesaikan oleh pimpinan daerah.

“Hari ini adalah yang kelima. Sejak dilantik menjadi gubernur, saya masuk kantor baru tiga hari. Lainnya ke wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ini semua untuk menginspirasi, sebagaimana perintah presiden, harus di tengah masyarakat dan harus tahu permasalahan masyarakat,” kata Ahmad Luthfi saat acara Ngopfi di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu 12/3/2025 malam.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan Ngopfi selalu diawali dengan melakukan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Di antaranya kesehatan, kemudian pengecekan infrastruktur jalan, rapat dengan forkopimda kabupaten/kota, dan malamnya brain storming bareng seluruh lapisan masyarakat.

“Ini untuk mendengar dan melihat agar kita nanti tahu persis permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya malam ini di wilayah Cilacap,” katanya.

Dalam membangun Jawa Tengah, Luthfi selalu mengedepankan kebersamaan. Maka dari itu, aspirasi dari masyarakat sangat penting untuk menentukan arah kebijakan pemerintah.

Juga memberikan jaminan bahwa tidak ada masyarakat yang ditinggalkan dalam pembangunan daerah.

“Aspirasi ini penting sehingga ke depan apa problem permasalahan di seluruh kabupaten/kota akan kita tahu. Ke depan kita tahu apa yang harus dilakukan di 35 kabupaten/kota,” ungkap Luthfi.

Adapun pada acara Ngopfi di Kabupaten Cilacap, Luthfi kembali menerima berbagai aspirasi dari masyarakat. Mulai dari masalah infrastruktur jalan, pasar, masalah buruh, pertanian, dan masalah sosial lainnya. Termasuk masalah tenaga honorer dan perhatian kepada kiai kampung dan guru ngaji.

Terkait infrastruktur jalan, Luthfi kembali menegaskan bahwa Pemprov Jateng telah berkomitmen untuk memperbaiki jalan rusak, terutama jalan provinsi. Sementara untuk jalan kabupaten dan desa akan dikoordinasikan langsung dengan Bupati Cilacap.

Mengenai masalah pertanian, Luthfi menampung aspirasi masyarakat petani terkait sedimentasi Kali Tipar, Cilacap.

Hal itu sudah cukup membuat petani kesulitan. Pertama, sedimentasi mengakibatkan pendangkalan sungai dan ketika debit air tinggi meluap. Kedua, ketika kekeringan, sungai tidak dapat menyuplai air ke lahan pertanian.

Sementara itu, seorang pegawai honorer bernama Mustofa curhat kepada Ahmad Luthfi mengenai isu penundaan pengangkatan selama satu tahun. Padahal banyak calon PPPK yang sudah resign dari tempat kerja saat ini.

“Ini tidak hanya di Cilacap, semua daerah sama masalahnya. BKD kita sudah saya panggil untuk evaluasi dan mengirimkan surat (kepada kementerian). Anggaran sudah siap,” kata Luthfi menanggapi.

Permasalahan lain disampaikan oleh perwakilan pedagang Pasar Kroya, Mukhlisin. Ia meminta agar pembangunan pasar dipercepat agar para pedagang bisa berdagang dengan layak dan tidak perlu mengontrak lagi. Juga agar penjual liat dapat ditertibkan.

“Gubernur hanya punya kewenangan untuk pasar induk saja. Tapi kami akan bahas dengan Bupati nanti untuk Pasar Kroya. Kami juga akan bahas soal upaya menyehatkan pasar, sudah ada koordinasi dengan Kemendag juga,” kata Luthfi.

Kemudian disambung oleh perwakilan buruh yang menyampaikan agar kesejahteraan buruh diperhatikan. Begitu juga dengan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) Cilacap agar segera diwujudkan.

Ahmad Luthfi menyatakan, untuk UMSK di Jawa Tengah baru berlaku di Kabupaten Jepara dan Kota Semarang. UMSK di Kabupaten Cilacap masih dalam kajian.

“Kita harus mengedepankan tentang hubungan industrial antara pengusaha, buruh, dan instansi terkait atau pengemban fungsi ketenagakerjaan,” ujarnya. (*)

Baca Juga :  Sinergi Polsek Weleri dan Streetfire Weleri: Berbagi Takjil Sambil Edukasi Keselamatan Berkendara
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB