Pendidikan dan Pengalaman Nilai-nilai Pancasila dalam Mengatasi Intoleransi

- Penulis

Selasa, 11 Maret 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Niken Davi Ariyati, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Niken Davi Ariyati, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Oleh: Niken Davi Ariyati*)

SUARAMUDA, SEMARANG — Indonesia adalah negara yang unik karena memiliki ciri khas keragaman dari budaya, suku bangsa, agama, hingga aliran-aliran kepercayaan. Keberagaman tersebut terlihat jelas dari Sabang sampai Merauke.

Keragaman yang ada tumbuh dan berkembang bersatu-padu dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang plural. Dari keragaman itu pula, Indonesia dibangun dengan dasar dan azas tunggal Pancasila.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Padilah A N & Dewi D A (2021) Pancasila berperan penting dalam membangun kesadaran dalam pengukuhan toleransi dalam kehidupan. Nilai-nilai luhur Pancasila yang hendaknya menjadi pedoman hidup perlu diamalkan, diterapkan, serta diaktualisasikan dalam kehidupan.

Namun seiring dengan adanya globalisasi, perilaku masyarakat dari generasi ke generasi nampak semakin berubah. Dengan kondisi Indonesia yang sangat heterogen, berbagai permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat pun tidak dapat dielakkan.

Problem Intoleransi

Berkembangnya globalisasi di tengah-tengah kehidupan yang heterogen, tentu sedikit banyak berpengaruh pada perilaku kelompok masyarakat. Jika demikian, hal ini tentu menimbulkan berbagai permasalahan dan salah satunya adalah intoleransi.

Intoleransi merupakan bentuk konflik dan termasuk pada diskriminasi yang termanifestasi dalam bentuk-bentuk pelarangan hingga pemaksaan pada masyarakat minoritas.

Intoleransi merupakan kebalikan dari toleransi yang identik dengan kerukunan serta keserasian hidup bermasyarakat (Sukmayadi Q M A., Sardin., & Utami N F ;2 023).

Intoleransi dapat terjadi dikarenakan beberapa hal. Pengaruh globalisasi dapat menjadi penyebab karena globalisasi membawa kemudahan akses budaya dan interaksi antar kelompok.

Hal ini mempunyai berbagai dampak positif, namun kemudahan akses juga dapat menimbulkan berbagai stereotip dan prasangka yang kurang baik dalam memandang perbedaan dari kelompok lain.

Baca Juga :  Mengevalusi Pelaksanaan Kebijakan Publik di Indonesia

Gencarnya media sosial juga berpengaruh terhadap gencarnya berbagai informasi yang mengalir, namun segala informasi tidak dapat dikatakan baik seluruhnya, tak jarang ideologi intoleransi juga tersebar melalui media sosial.

Pendidikan Pancasila sebagai Jawaban

Dengan berbagai penyebab permasalahan intoleransi yang hadir di era globalisasi ini, Pendidikan Pancasila hadir untuk mengajarkan penerapan hal-hal sesuai dengan nilai luhur yang tetkandung dalam lima sila Pancasila.

Hadirnya Pancasila dalam pendidikan dapat menjadi ‘tameng’ permasalahan intoleransi yang terjadi. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan hal yang juga akan berkembang dan beradaptasi dengan tuntutan zaman (Sinaga A., et all., 2024).

Hadirnya Pancasila dalam pendidikan dapat menjadi sarana dalam mengajarkan nilai-nilai karakter dan membangun kepribadian atas nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dan pandangan hidup.

Pendidikan Pancasila dapat menambah pemahaman dan edukasi terkait keheterogenitas bangsa. Hal ini juga dapat membangun kesadaran masyarakat umum dan generasi muda terkait pentingnya bertoleransi satu sama lain untuk membina kehidupan masyarakat yang sejahtera.

Apabila pemahaman dan edukasi kurang tersampaikan maka dapat memperburuk kesadaran masyarakat dan generasi muda untuk senantiasa bertoleransi sehingga memicu sikap intoleransi di tengah penyebab yang terus terjadi.

Tumbuhkan Nalar Kritis

Hadirnya Pendidikan Pancasila dapat mengembangkan pola berpikir kritis. Pembelajaran dengan dasar nilai-nilai luhur Pancasila secara tidak langsung akan menumbuhkan pola berpikir kritis terkait informasi benar salah dan baik buruk sehingga akan menjadi lebih selektif.

Baca Juga :  Memaknai Kembali Nilai-nilai Pancasila

Dalam hal ini maka generasi muda akan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan antara hak yang sebaiknya diterima atau tidak termasuk dengan ideologi intoleransi yang hendaknya tidak diterima. Hadirnya Pendidikan Pancasila akan senantiasa menumbuhkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini akan meningkatkan pemahaman terkait hak dan kewajiban bagaimana berperilaku dan memperlakukan orang lain dengan bermoral sesuai dengan hak dan kewajiban yang telah diajarkan dalam nilai-nilai kehidupan Pancasila. Dari situ pula muncul kesadaran untuk turut membangun sikap toleransi guna mencegah perilaku intoleransi sekaligus.

Pada tataran implentasi, Pendidikan Pancasila sangat urgen untuk diterapkan pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. Sebab, selain penting sebagai pondasi generasi muda, juga ideal untuk mencegah berbagai permasalahan bangsa termasuk intoleransi.

Hadirnya Pendidikan Pancasila akan membawa dan menuntun setiap generasi untuk bersikap dan berpedoman untuk menjadi pribadi yang luhur sesuai dengan pengajaran nilai-nilai Pancasila yang baik.

Pancasila akan selalu menjadi pondasi seluruh masyarakat Indonesia dalam berperilaku dan memanusiakan manusia sehingga hadirnya Pancasila dalam dunia Pendidikan akan selalu penting untuk melindungi dan melestarikan segala nilai-nilai luhur kehidupan yang akhirnya akan menciptakan kondisi kehidupan yang rukun dan damai dengan rasa toleransi yang tinggi. (Red)

*) Niken Davi Ariyati, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Berita Terbaru