Semua Rakus! Minyakita Kemasan 1 Liter Pun Disunat Jadi 750 ML

- Penulis

Sabtu, 8 Maret 2025 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Minyakkita kemasan/ dok. istimewa

Minyakkita kemasan/ dok. istimewa

SUARAMUDA, SEMARANG — Membaca laporan detik.com, Sabtu (8/3/2025) hati ini terasa teriris. Betapa tidak? Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan kecurangan takaran minyak goreng.

Ya, minyak goreng merk “Minyakita”. Kecurangan itu terbongkar saat Andi Amran melakukan sidak ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Minyakita yang harusnya dijual 1 liter per kemasan, rupanya hanya terisi 750 hingga 800 mililiter (ML). Ngeri, ngeri sedap!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir detik.com, diketahui produsen minyak tersebut adalah PT Artha Eka Global Asia, Koperasi Produsen UMKM Koperasi Terpadu Nusantara (KTN), dan PT Tunasagro Indolestari.

Harga pun Naik

Baca Juga :  Budaya Nepotisme yang Mengakar: Siapa Untung?

Dalam sidak itu, para pedagang juga menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), seharusnya Rp 15.700/liter, tetapi dijual Rp 18.000/liter.

“Kami menemukan pelanggaran. Minyakita dijual di atas HET, dari seharusnya Rp 15.700 menjadi Rp 18.000, “ujar Amran, di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025).

“Selain itu, volumenya tidak sesuai, seharusnya 1 liter tetapi hanya 750 hingga 800 mililiter,”ujarnya.

Dia mengatakan, ini adalah bentuk kecurangan yang merugikan rakyat, terutama di bulan Ramadan. Dimana, saat kebutuhan bahan pokok meningkat.

Lanjut Amran, praktik ini tidak boleh terjadi. Ia pun meminta agar satuan tugas (Satgas) pangan dan Bareskrim Polri menindak temuan ini.

Baca Juga :  Usai Meet Up Prabowo-Mega, Akankah PDIP Bakal Gabung dalam Pemerintahan?

Amran menegaskan, perusahaan yang melakukan pelanggaran ini harus ditindak tegas, dengan pencabutan izin usaha.

“Kita tidak boleh membiarkan praktik semacam ini terus terjadi. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi kepentingan masyarakat, ” tegasnya.

Ia mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan tersebut harus ditutup dan izinnya dicabut.

Lantas, Amran mengingatkan para pelaku usaha untuk menaati regulasi yang berlaku.

Ia juga kembali menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan sidak dan memastikan produk pangan yang beredar di pasaran sesuai standar yang telah ditetapkan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB