Ramadhan dan Harapan Hidup

- Penulis

Jumat, 28 Februari 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ramadhan/ pinterest

Ilustrasi Ramadhan/ pinterest

Oleh: Kaisar Adam

SUARAMUDA, SEMARANG – Bulan suci Ramadhan tinggal hanya menghitung waktu. Dan untuk kita umat Islam mendapat kesempatan luar biasa yang diberikan Allah Swt kepada umatnya.

Kesempatan yang tidak mungkin bisa kita atur perjumpaanya pada tahun yang akan datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum datangnya Ramadhan ini memberikan peluang luar biasa pada siapapun untuk melakukan kegiatan yang memberikan dampak kebajikan di masyarakat.

Bulan yang sangat dirindukan akan kehadirannya ini, menjelma bagai dahaga bertemu mata air di tengah padang pasir: memberikan kesejukan, kesegaran serta memberikan kebermanfaatan bagi siapapun yang ingin mengambilnya.

Semangat ini yang harus kita tumbuhkan untuk tetap menjadi mata air bagi siapapun sehingga dapat mengaliri sendi-sendi kehidupan masyarakat yang kering dan butuh pertolongan.

Di Indonesia sendiri Ramadhan menjadi bulan yang mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat. Masyarakat Indonesia memiliki akar historis, budaya dan toleransi antar umat beragama yang kuat dengan bulan ini.

Baca Juga :  Langgudu Selatan: Ketika Infrastruktur Menguji Keadilan Negara

Momen ‘Refresh’ Keimanan

Ramadhan dapat menjadi wadah kembalinya masyarakat untuk dapat menata ulang keimanan yang rapuh diterpa badai kehidupan dunia. Hal ini menjadikan Ramadhan memiliki peranan yang sungguh penting terutama pada umat muslim Indonesia.

Sebagaimana ciri-ciri manusia yang sempurna menurut Haidar Bagir dalam bukunya “Memulihkan Sekolah, Memulihkan Manusia” adalah, manusia harus memiliki kemampuan dalam aspek kognitif, aspek psikologi dan aspek religi.

Ini menjadi penting karena ketiga aspek tersebut mempunyai fungsi dasar dalam kehidupan sehingga manusia mampu bertumbuh dengan baik seiring dengan kedewasaanya.

Sudah menjadi keharusan untuk terus bertumbuh dan mengembangkan kemampuan dalam menjalani kehidupan. Tidak hanya cukup puas atas segala pencapaian dan pertumbuhan yang sudah ada.

Energi Kebaikan Ramadhan

Bulan Ramadhan, mempunyai energi ajaib yang mampu mendorong manusia untuk melakukan perbuatan kebajikan. Tak hayal, banyak dari kita yang saling berlomba membuat agenda Ramadhan dengan kreatifitas tanpa batas.

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet: Langkah Strategis Pemulihan Ekonomi Pasca Demo Massal

Ini menjadi sangat menarik dengan banyaknya kreatifitas yang tumbuh pada tempat ibadah, coffe shop, taman hingga gerakan sosial yang mampu mengemas agenda Ramadhan dengan cara yang mengasikan tanpa meninggalkan unsur dakwah agama Islam.

Semakin banyaknya kreativitas ini menandakan bahwa masyakarat Indonesia sangat antusias dalam menyambut bulan Ramadhan tanpa melihat latar belakang agama dan menorobos segala kelompok agar melakukan perbuatan kebajikan.

Melihat kesulitan masyarakat saat ini serta banyaknya distrubsi yang dilakukan oleh negara, saya menyakini bahwa Ramadhan mampu mengisi ruang kekosongan pada aspek sosial, agama, budaya, ekonomi dan pendidikan—meski hanya bersifat sementara untuk masalah yang sistematis.

Saya pun menyakini bahwa Ramadhan adalah gerbang pembuka untuk kita dapat kembali melihat langsung realitas masyarakat.

Semoga kita tidak pernah berhenti untuk terus hidup dan menghidupi semangat juang Ramadhan melalui kebajikan. Amin. (Red)

*) Kaisar Adam, Mahasiswa Pascasarjana Uhamka Jakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB