Analisis Wacana Kritis : Menyingkap Wacana Pesan Moral pada Sebuah Novel

- Penulis

Selasa, 25 Februari 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Santika Dewi Lestari, mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS

Santika Dewi Lestari, mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS

Oleh: Santika Dewi Lestari, mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS

SUARAMUDA, SEMARANG — Hakikat dari wacana merupakan satuan bahasa paling tinggi yang digunakan dalam penyampaian ide, gagasan, atau pesan.

Wacana dalam ilmu linguistik adalah satuan bahasa paling lengkap dan tertinggi dalam hierarki gramatikal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wacana juga merupakan satuan bahasa terlengkap yang dibentuk dari unsur unsur segmental maupun nonsegmental.

Dikatakan terlengkap dan tertinggi karena wacana mempunyai konsep, gagasan, pikiran, atau ide yang utuh yang dapat dipahami oleh pembaca (dalam wacana tulis) atau pendengar (dalam wacana lisan) tanpa keraguan.

Pengorganisasian wacana terdiri dari prinsip koherensi formal dan kultural. Bentuk dari wacana yang berupa ujaran atau kalimat terstruktur dan saling terkait membuat wacana dapat dikaji guna membentuk realitas sosial.

Dengan demikian, dalam hal ini memungkinkan wacana berinteraksi secara implisit dan eksplisit dengan kehidupan masyarakat. Analisis wacana dilakukan dengan mengkaji secara mendalam sebuah wacana.

Dari sebuah analisis wacana, maka akan diketahui adanya pola-pola atau tatanan yang diekspresikan dalam bentuk tulis maupun lisan.

Interpretasi dari sebuah analisis wacana akan menghasilkan pengetahuan terkait maksud pesan yang ingin disampaikan, mengapa pesan disampaikan dan bagaimana pesan itu disampaikan.

Analisis wacana tidak hanya menyelidiki tentang ruang lingkup bentuk dan fungsi dari hal yang dituliskan atau dikatakan tetapi juga menyelidiki bahasa secara lebih lengkap dan luas.

Hal ini berarti analisis wacana mengkaji bahasa berdasarkan konteks yang melingkupinya berdasarkan pada data dan fakta empiris.

Dalam analisis wacana kritis merunurut Teun A. Van Dijk ditekankan pada representasi mental dan proses yang terjadi pada pengguna bahasa saat mereka memproduksi, memahami dan ikut serta dalam bagian interaksi verbal wacana.

Teori analisis wacana kritis yang telah dipaparkannya mempunyai tiga dimensi yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dalam dimensi wacana tulis, hal yang diteliti adalah struktur teks dan strategi wacana yang dipakai dengan tujuan menegaskan tema tertentu.

Kajian atas Novel Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Tiga dimensi dari teori analisis wacana kritis dapat digunakan untuk mengkaji teks biografi salah satunya adalah novel Chairul Tanjung Si Anak Singkong karya Tjahja Gunawan Diredja.

Novel tersebut mengisahkan tentang perjalanan hidup dari Chairul tanjung yang berhasil mengubah kehidupannya dari yang bukan siapa-siapa hingga menjadi orang yang luar biasa.

Selain itu, novel biografi tersebut tidak hanya berisi cerita semata melainkan banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik di dalamnya.

Analisis wacana kritis yang berfokus pada pesan moral dalam novel Chairul Tanjung Si Anak Singkong dimaksudkan untuk menguraikan pesan-pesan yang terdapat dalam novel baik itu secara umum maupun secara khusus.

Baca Juga :  Keadilan yang Terluka: Ketika Hukum Hanya Menggigit Rakyat Kecil

Hal ini dikarenakan struktur wacana menandakan sejumlah makna, pendapat dan ideologi sehingga perlu membongkar makna tersembunyi dari sebuah wacana teks dengan analisis yang berfokus pada kognisi dan konteks sosial.

Dengan demikian dari analisis wacana kritis tersebut, pesan-pesan moral akan mudah dipahami dan diambil hikmahnya.

Wacana pesan moral novel Chairul Tanjung Si Anak Singkong dalam analisis teks dapat dilakukan dengan menguraikan struktur kebahasaan secara makro, superstruktur, dan struktur mikro.

Dalam struktur makro, pada novel ini tema yang digunakan merupakan gagasan sentral yang ingin dikomunikasikan oleh penulis kepada pembaca dalam melihat suatu peristiwa.

Dengan penyebutan kata “Si Anak Singkong” setelah nama Chairul Tanjung, dalam segi kebahasaan makna kata tersebut dapat dianggap Chairul Tanjung sebagai anak yang berasal dari kalangan menengah kebawah.

Tokoh yang diceritakan berasal dari keluarga tidak mampu tetapi benci terhadap kemiskinan, sehingga Chairul Tanjung Si Anak Singkong selalu berusaha gigih untuk keluar dari jerat kemiskinan.

Tema novel ingin menggambarkan pada pembaca agar tidak pasrah dengan kenyataan hidup yang keras dan bisa membuktikan bahwa Chairul Tanjung yang bukan siapa-siapa dan berasal dari kampung dapat dijadikan motivasi dalam menjalani kehidupan.

Analisis dengan superstruktur pada novel Chairul Tanjung Si Anak Singkong menunjukkan bahwa alur novel dikemas secara maju-mundur.

Namun jika dilihat pada skema awal bab novel, kehidupan Chairul Tanjung selalu mencoba peruntunannya dalam setiap bisnis yang dijalankan ketika menjadi mahasiswa.

Chairul Tanjung selalu diyakinkan orang tua untuk tetap fokus dalam pendidikannya bahkan saat ekonomi keluarga berada di tingkat terendah.

Orang tua Chairul Tanjung selalu berprinsip bahwa cara agar keluar dari jerat kemiskinan maka jalur pendidikan harus ditempuh dengan segala daya dan upaya.

Ketegasan dan keyakinan orang tua Chairul Tanjung inilah yang selalu mendorongnya untuk terus tetap tegar dan berusaha.

Skema tengah pada novel Chairul Tanjung Si Anak Singkong mengisahkan tentang perjuangan yang terus membara.

Berbagai jenis usaha digeluti oleh sosok Chairul Tanjung mulai dari usaha mendirikan pabrik sepatu, membangkitkan dan mengelola Bank Mega yang hampir bangkrut, hingga menjalankan bisnis di bidang media, bekerja sama dengan Kompas Gramedia, dan memiliki saham Carrefour yang sebelumnya dimiliki oleh pengusaha luar negeri.

Pada novel ini, skema akhir mengakumulasikan awal dari kisah kehidupan Chairul Tanjung hingga masa kejayaannya.

Chairul Tanjung yang tidak hanya semata-mata mengandalkan kesempatan saja, tetapi juga mempertimbangkan segala perhitungan yang mendalam sehingga usaha yang dijalani dapat saling bersinergi.

Baca Juga :  Borgol KPK Memang Viral, Namun Pengkhianatan DPRD Lebih Brutal

Chairul Tanjung selalu mengiringi cita-citanya dengan kerja keras. Dari hal ini batas dari kemampuan akan turut serta mendorong cita-cita untuk terwujud.

Pesan pada Pembaca

Dalam struktur mikro, wacana novel secara implisit memberitahu pada pembaca bahwa membangun usaha tidak hanya mencari keuntungan semata demi keuntungan pribadi, tetapi membantu sesama manusia baik terhadap teman maupun orang lain.

Dengan demikian, secara tidak langsung hal tersebut juga menghadirkan manfaat tersendiri saat kita ikhlas melakukan hal tersebut.

Dimensi kognisi sosial wacana pesan moral dalam novel digambarkan dalam skema person. Dalam novel ini pandangan penulis menggambarkan penilaiannya terhadap sosok Chairul Tanjung.

Tjahja Gunawan Diredja sebagai penulis menegaskan pada kalimat, “cerita itu betul-betul pengalaman hidupnya, cerita itu dikumpulkan dari teman-teman dia dari SD, SMP, SMA, kuliah sampai sekarang yang kenal dia”.

Penjelas tersebut mengungkapkan bahwa penyusunan novel biografi ini selain bersumber dari Chairul Tanjung sendiri juga bersumber dari orang-orang yang terlibat langsung di setiap kejadian yang dialami oleh Chairul Tanjung.

Analisis konteks sosial wacana pesan moral dalam novel Chairul Tanjung Si Anak Singkong terdapat dua poin penting yaitu kekuasaan dan akses.

Faktor kekuasaan dari berhasilnya berbagai bidang usaha yang dimiliki oleh Chairul Tanjung memudahkannya dalam mengontrol opini masyarakat terhadap apapun yang disampaikan dalam novel ini.

Mudahnya masuk dalam sektor pemerintahan juga merupakan faktor akses karena kedekatan Chairul Tanjung dengan beberapa mentri dan presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Maka penyebaran wacana yang ingin disampaikan terhadap kedasaran khalayak mendapat kontrol yang lebih luas.

Analisis Kritis

Analisis wacana kritis yang difokuskan pada wacana pesan moral novel Chairul Tanjung Si Anak singkong karya Tjahja Gunawan Diredja dapat dipahami bahwa berbakti kepada orang tua menjadi pilar untuk menjalani kehidupan.

Sosok Chairul Tanjung yang pekerja keras, iklas dan selalu bersyukur menjadi faktor utama dalam menghadapi sukarnya ujian hidup.

Kejujuran, disiplin, dan tanggung jawabnya membuat orang-orang memandangnya dengan kepercayaan, terlebih lagi komitmen dan janji yang selalu berusaha diwujudkannya menjadi orang yang selalu bisa dipercaya.

Dari pemaparan di atas, sangat terlihat bahwa memanglah perlu teori analisis wacana kritis untuk mengkaji sebuah wacana tulis yang terkandung dalam novel.

Hal ini guna mengungkapkan setiap makna implisit yang biasanya terdapat dalam wacana pesan moral serta untuk mengidentifikasi ideologi yang seringkali diproduksi melalui wacana. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Rencana Aksi Kendal: Menyuarakan Aspirasi atau Mengusung Kepentingan Politik?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:16 WIB

Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian

Berita Terbaru