Rais Syuriyah PWNU Jateng: Pesantren Pilar Sejarah dan Strategi Masa Depan NU

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh

Kendal, SUARAMUDA
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar acara Naharul Ijtima di Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal. Sabtu, 25/1/2025.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga wadah penguatan peran pesantren sebagai poros peradaban Islam dan bangsa Indonesia.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan bahwa pesantren memiliki akar sejarah yang lebih tua dibandingkan Nahdlatul Ulama itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan, pesantren telah menjadi pusat pendidikan dan perjuangan sejak era sebelum Perang Diponegoro.

“Dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) NU, tertulis bahwa para pendiri NU adalah pengasuh-pengasuh pesantren. Salah satu pesantren yang menjadi saksi sejarah tersebut adalah Pondok Luhur Dondong, yang merupakan almamater KH Mas’ud Abdul Qadir, pengasuh Pesantren Darul Amanah,” jelasnya.

Menurut KH Ubaid, keberadaan pesantren tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, pesantren telah memainkan peran besar dalam perjuangan melawan penjajah.

“Dari ulama-ulama yang menjadi bagian dari Hizbullah, tentara, penghulu, hingga pemimpin pergerakan nasional, pesantren menjadi kawah candradimuka yang melahirkan tokoh-tokoh perjuangan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga :  Ya Ampun, Keren Bener Warga Banjarnegara yang Sukses Olah Sampah Plastik Jadi BBM Setara Solar: Bukan Omon-omon

Pesantren dan Perubahan Pandangan Publik
KH Ubaid juga mengungkapkan bahwa peran pesantren terus berkembang seiring waktu. Ia mengenang bagaimana lulusan pesantren dahulu sering dipandang sebelah mata dan hanya dianggap mampu menjadi modin atau imam masjid.

Namun, berkat perjuangan kader-kader NU dan lahirnya Undang-Undang Pesantren serta Hari Pesantren, pandangan tersebut kini telah berubah.

“Kini pesantren tidak hanya menjadi lingkaran pinggir, tetapi telah masuk ke lingkaran tengah pembangunan bangsa,” katanya.

KH Ubaid memuji upaya Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, Gus Rozin, dalam mendorong pengakuan strategis terhadap pesantren.

“Dengan posisi strategis ini, pesantren harus memanfaatkannya untuk memperkuat peran utama dalam pendidikan agama, membentuk generasi yang unggul, dan melestarikan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin,” tambahnya.

Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski demikian, KH Ubaid mengingatkan agar generasi penerus tidak terlena dengan pencapaian saat ini.

Ia menegaskan bahwa tantangan di era modern semakin kompleks.

“Kita harus terus meningkatkan kualitas pendidikan pesantren agar tetap relevan dengan zaman, tanpa melupakan akar tradisi keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren. Sebagaimana arahan Gus Rozin, pemerataan peran-peran strategis di lingkungan pesantren harus terus diupayakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Potret Wilayah Sub Urban dalam Kegiatan KKN Tematik Mandiri Semester Ganjil 2024/2025 Universitas Kristen Maranatha

Ia juga menyoroti perbedaan kualitas antara generasi pendahulu dan generasi saat ini.

“Pendahulu kita jauh lebih tangguh dan berani menghadapi kesulitan. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan cara-cara yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” katanya.

Acara Naharul Ijtima ini menjadi ajang konsolidasi bagi pengasuh pesantren se-Jawa Tengah untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung visi besar NU menuju abad kedua.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi refleksi mendalam tentang peran pesantren sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdedikasi pada bangsa.

Pesantren, menurut KH Ubaid, tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng peradaban yang menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian yang layak kepada pesantren, mengingat kontribusinya yang luar biasa dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga perjuangan kemerdekaan.

Melalui acara ini, NU kembali menegaskan komitmennya untuk menguatkan peran pesantren sebagai poros utama pembangunan masyarakat dan bangsa.

Dengan semangat Harlah ke-102, Naharul Ijtima di Pesantren Darul Amanah menjadi pengingat bahwa pesantren adalah pilar utama yang tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga pemimpin masa depan yang membawa keberkahan bagi umat dan negara.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB