Penyaluran Beasiswa Pendidikan Inklusif bagi Pemuda dan Remaja Disabilitas Lewat Pelatihan Pembuatan Topeng Wayang Limbah Kertas Batch 1

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sambutan Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, Fadhel Moubharok, saat pelatihan pembuatan topeng wayang limbah kertas #batch 1 oleh Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia pada 12 Januari 2025

Sambutan Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, Fadhel Moubharok, saat pelatihan pembuatan topeng wayang limbah kertas #batch 1 oleh Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia pada 12 Januari 2025

SUARAMUDA, SUKOHARJO – Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia belum lama ini sukses menggelar Pelatihan Pembuatan Topeng Wayang Limbah Kertas Batch 1 pada 12 Januari 2025.

Kegiatan yang bertempat di Sanggar Belajar Migunani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo ini diikuti oleh 50 peserta penerima manfaat yang terdiri dari pemuda dan remaja disabilitas.

Program ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memberdayakan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan menggandeng Omah Topeng Langdhawur sebagai mitra pelatihan, kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan seni tradisional, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah.

Sesi foto bersama usai pelatihan pembuatan topeng wayang limbah kertas #batch 1 oleh Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia pada 12 Januari 2025

Melalui kegiatan ini, peserta diajarkan cara memanfaatkan limbah kertas menjadi produk bernilai seni tinggi, yakni topeng wayang, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, Fadhel Moubharok, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada pemuda dan remaja disabilitas agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk seni, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan potensi untuk mengembangkan keterampilan mereka ke arah yang lebih produktif, “terang Fadhel.

Baca Juga :  Lebih Pilih Energi Terbarukan, Banyak Desa di Jawa Tengah Katakan "Good Bye" pada PLN

Pelatihan dibagi menjadi beberapa sesi yang dimulai dengan pengenalan konsep seni topeng wayang, sejarahnya, dan nilai budaya yang terkandung.

Peserta kemudian diberikan pelatihan teknis mulai dari cara memilih bahan baku limbah kertas, teknik pencetakan, hingga pembentukan detail topeng.

Instruktur utama, Rus Hardjanto, Ketua Omah Topeng Langdhawur, dengan sabar dan telaten membimbing para peserta selama kegiatan berlangsung.

Salah satu peserta, Ahmad Ridwan, mengaku sangat senang bisa ikut pelatihan ini.

“Ternyata limbah kertas yang sering dianggap sampah bisa diubah menjadi karya seni yang indah dan bernilai. Saya jadi termotivasi untuk belajar lebih banyak lagi, ” ujarnya.

Kegiatan ini juga didukung oleh Eko Aji Arabbiyanto, Ketua Sanggar Belajar Migunani, yang memastikan fasilitas pendukung seperti ruang pelatihan, alat, dan sarana prasarana lain tersedia dengan baik.

Menurutnya, pelatihan seperti ini penting untuk membuka akses keterampilan bagi komunitas disabilitas dan mendukung mereka menjadi lebih produktif.

Baca Juga :  Ratusan Warga Meriahkan Penutupan Pekan Olahraga PAWARGARI 2025

Tidak hanya berfokus pada aspek pelatihan teknis, kegiatan ini juga diselingi dengan diskusi interaktif mengenai peluang ekonomi dari kerajinan topeng wayang.

Peserta didorong untuk memanfaatkan keterampilan yang mereka peroleh untuk menciptakan produk yang bisa dipasarkan baik secara lokal maupun nasional.

Dalam sesi penutupan, peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya mereka.

Berbagai bentuk topeng yang unik dan penuh kreativitas menjadi bukti semangat dan potensi besar yang dimiliki oleh para peserta.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program “Akselerasi Pendidikan Inklusif Bagi Pemuda dan Remaja Disabilitas di Kabupaten Sukoharjo” yang digagas Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia.

Program ini mencakup lima tahap pelatihan yang berlangsung hingga September 2025 dengan fokus pada pemberian keterampilan praktis dan pendampingan pemasaran hasil karya peserta.

Dengan keberhasilan pelatihan batch pertama ini, diharapkan peserta dapat terus mengembangkan keterampilan mereka dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung komunitas disabilitas dalam upaya menciptakan masyarakat inklusif yang berdaya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB