Mau Menjadi Indonesia Hebat? Jalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia

- Penulis

Sabtu, 18 Januari 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber gambar: pinterest

Sumber gambar: pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG — Zaman sekarang, anak-anak pulang sekolah sudah langsung mencari handphone dan segera menggerakan tangannya. Rata-rata, fenomena anak bermain gadget berlangsung lebih dari dua jam.

Sedangkan saat inipun jarang kita temukan anak-anak bermain layang layang, bermain sepak bola dan lainnya. Tragisnya, anak-anak zaman sekarang menuai tantangan dan problem berupa dampak dari makanan instan.

Dari banyaknya fenomena seperti di atas, menjadi sangat setuju jika pemerintah membuat Panduan Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Jenjang Sekolah Dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam buku yang berisi tentang 7 kebiasaan itu, diharapkan anak bisa bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Dasar dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia ini adalah keyakinan bahwa SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat.

Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya. Jika kebiasaan ini diterapkan bertahun-tahun maka akan terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.

Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, secara umum mempunyai manfaat untuk menumbuhkembangkan delapan karakter bangsa pada setiap individu anak atau peserta didik.

Baca Juga :  Cuaca di Semarang Panas? Mau Sampai Kapan? Simak Selengkapnya!

Dalam buku pedoman tersebut, dinyatakan bahwa kebiasaan bangun pagi diharapkan anak mampu meningkatkan disiplin, kemampuan mengelola waktu, kemampuan mengendalikan diri serta keseimbangan jiwa raga.

Dalam panduan ini juga dijelaskan bahwa bangun pagi mendukung kesuksesan. Salah satu kunci kesuksesan tokoh besar dan pemimpin terkenal, seperti Presiden Soekarno, Buya Hamka, Ki Hajar Dewantara, BJ Habibie, dan tokoh lainnya adalah terbiasa bangun pagi setiap hari.

Kebiasaan beribadah juga diyakini akan mampu membentuk karakter yang baik dan meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial. Ibadah adalah upaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta membawa seseorang lebih dekat kepada kebaikan dan perbaikan diri.

Dalam banyak tradisi, ibadah dilakukan secara bersama-sama. Hal ini mencerminkan filosofi kebersamaan dan solidaritas. Misalnya, dalam ibadah bersama, setiap orang dianggap setara di hadapan Tuhan, tanpa memandang status sosial atau latar belakang.

Untuk kebiasaan berolahraga sudah sepantasnya dilakukan. Pun dengan kebiasaan bermasyarakat, yakni perilaku terlibat dalam ke giatan sosial, budaya, atau lingkungan di komunitas tempat tinggal seseorang.

Kebiasaan ini bermanfaat untuk menumbuhkembangkan nilai gotong royong, kerja sama, saling menghormati, toleransi, keadilan, dan kesetaraan, serta meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan rasa sekaligus menciptakan kegembiraan.

Baca Juga :  Pesan Habib Ja'far di Masjid Istiqlal Jakarta: Ayo ke Uzbekistan!

Dalam panduan ini juga disertakan keterlibatan orang tua dan juga sekolah. Untuk orang tua misalnya membuat jadwal bersama dengan anak atau peserta didik dan juga melakukan pengawasan.

Misalnya orang tua/wali perlu menerapkan prinsip 3S (Screen Time, Screen Break, Screen Zone) di rumah. Pertama, mengajarkan untuk screen time berapa 18 lama dan cara mengaturnya (screen time).

Kedua, melakukan jeda ketika anak beraktivitas dengan gadget, untuk bermain, berinteraksi, atau bersosial isasi (screen break). Ketiga, menetapkan wilayah bebas gadget di 3 ruangan rumah: ruang tidur, ruang makan, dan kamar mandi (screen zone).

Semua kegiatan ini tutup dengan adanya laporan bulanan apakah anak sudah terbiasa atau belum menjalankan hal ini? Menarik dan sesuatu yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah dan keluarga.

Menciptakan kebiasaan anak bukan merupakan hal yang mudah. Oleh karenanya dibuutuhkan kerja sama oleh semua pihak untuk benar-benar menyiapkan generasi emas 20245, nanti. (Red)

Penulis: Y.M.V. Trisunu H.W., Guru Kelas 6A SD Negeri Jatingaleh 01

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Berita Terbaru