Forum Musyawarah Pondok Pesantren: Tingkatkan Literasi Turost dan Nalar Kritis Santri Melalui Bahtsul Masail

- Penulis

Selasa, 10 Desember 2024 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Anwar Mansur bersama KH. Achmad Hasan Hasibuan dalam doa pembukaan FMPP ke-42

KH. Anwar Mansur bersama KH. Achmad Hasan Hasibuan dalam doa pembukaan FMPP ke-42

SUARAMUDA, JOMBANG, JATIM – Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) adalah media diskusi antar pesantren yang berfokus pada Bahtsul Masail (pembahasan masalah).

Tak tanggung-tanggung, forum musyawarah yang telah terselenggara ke-42 ini mencakup 260 pondok pesantren se-Jawa dan Bali yang diikuti oleh para santri sebagai peserta utama.

Adapun, kegiatan yang juga dihadiri perwakilan Mufti asal Selangor, Malaysia ini berlangsung di
Masjid Jami’ Bahrul Ulum kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, Sabtu-Ahad (7-8/12/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Delegasi dari Selangor, Ustadz Zubair dalam sambutannya mengapresiasi sistem musyawarah (Bahtsul Masail) yang lebih mengutamakan buah pikiran ulama sebagai rujukan utama Istimbath hukum.

Dr. KH. Wafiyul Ahdi Amanulloh, Dalam sambutan selaku Ketua Umum PP. Bahrul Ulum (Tuan Rumah)

Ia juga mengagumi para peserta yang selalu mengutip ibarat dalam Turots (Kitab akuning) sebagai dalil dalam mencari jawaban atas As’ilah (pertanyaan).

Ibarat atau rujukan yang diajukan oleh para peserta nantinya akan diuji serta divalidasi oleh dewan Mushohhih dan perumus sebagai penjaga gawang musyawarah yang dinilai lebih ahli dalam membedah kitab.

Baca Juga :  Jumbo Raih 10 Juta Penonton, Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa?

Untuk diketahui, para mushohih dan perumus ini diantaranya datang dari kalangan pengasuh pesantren terkenal di Jawa seperti Ponpes Lirboyo, Ponpes Langitan dan Ponpes Ploso.

Diantara para mushohhih tersebut antara lain KH. An’im Falahuddin, KH. Shobih Almuayyadz Aziz, H. Abdurrahman Kafabih, serta H. Adibussholih Anwar, yang juga sekaligus Ketua FMPP Pusat.

Tak Sekedar Debat Argumen

Melalui pemilahan referensi yang ketat inilah, hasil Bahtsul Masail tidak hanya berkutat pada argumentasi yang rasional. Tapi juga memiliki landasan hukum yang kuat, terlebih As’ilah yang dipersoalkan menyangkut problematika fiqh masa kini yang terjadi pada kehidupan sehari-hari.

Salah satu soal yang diurai dalam Jalsah Ula, misalnya, Komisi A berhasil merumuskan jawaban terkait penggunaan Steamcell untuk peremajaan kulit dan regenerasi jaringan yang diduga Taghyiiru Kholqillaah (merubah struktur asal ciptaan Allah).

Baca Juga :  'Gas' ke Ajang Olimpiade Paris 2024, Veddriq dan Rajiah Tambah Daftar Atlet Indonesia!
Pelaksanaaan Bahtsul Masail yang diikuti delegasi santri ponpes se-Jawa Bali

Berkenaan dengan ranah medis, FMPP menunjukkan keseriusannya dengan mendatangkan dokter ahli guna menjabarkan proses dan memberikan keterangan yang diperlukan.

Tentu sistematika seperti ini tidak hanya akan meningkatkan semangat literasi para santri, tapi juga daya kritis serta nalar aktif dalam problem solving.

Sebagai bentuk restu dan dukungan, hadir pula para ulama dan kiai ‘sepuh’ seperti KH. Anwar Mansur (Rois Syuriah PWNU Jatim), KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH. Ali Marzuki (Langitan), KH. Ma’mun (Ploso), dan KH. Achmad Hasan Hasibuan. (Tambakberas)

KH. An’im Falahuddin Mahrus dalam momen penutupan Bahtsul Masail Kubro menuturkan, ke depannya, forum diskusi seperti ini diharapkan akan semakin meluas dan selalu digandrungi para santri guna menyiapkan Mufti dan ahli hukum Islam di Indonesia.

Inputnya dapat dijadikan tambahan referensi dalam merumuskan undang-undang dan kebijakan pemerintah. (Red)

Penulis: Aulia Alvi Laila Camali Camalica

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?
Laili Abidah Jadikan Aspirasi Muslimat NU sebagai Dasar Perjuangkan Program Perempuan
PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi
MK Larang Dana Pendidikan Dipakai buat MBG, Tapi Berlaku Penuh Mulai 2028
Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif
Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
Berita ini 13 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Laili Abidah Jadikan Aspirasi Muslimat NU sebagai Dasar Perjuangkan Program Perempuan

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:58 WIB

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:30 WIB

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK

Senin, 27 Juli 2026 - 22:44 WIB

Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB