Pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap Kemampuan Literasi

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ilun Muallifah Thohir, dkk*)

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan dalam kurikulumnya. Salah satunya adalah penerapan Kurikulum Merdeka, yakni suatu pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada pengembangan karakter siswa, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis.

Dengan demikian, perubahan ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap perkembangan karakter siswa di sekolah dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurikulum merdeka ini adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam agar peserta didik memiliki waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetisi.

Guru dalam hal ini memiliki kebebasan dalam memilih perangkat pembelajaran sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Kurikulum merdeka adalah bagian dari inovasi dalam pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar siswa.

Mengutip Zahir, (2022) kurikulum merdeka merupakan rancangan baru pemerintah yang dibuat untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga peserta didik menghasilkan lulusan yang lebih unggul dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Rancangan kurikulum mandiri ini merupakan langkah awal pemulihan pembelajaran di Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Sedangkan pengertian dari literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca ataupun menulis.

Baca Juga :  Literasi Bisa Menjebakmu? Mengurai Mitos dan Fakta di Era Informasi

Dalam literasi, siswa tidak hanya dilatih membaca dan menulis, tetapi juga dilatih agar dapat memahami makna dari sebuah tulisan, memahami struktur bahasa yang digunakan, dan memahami pesan yang terkandung dalam teks.

Gerakan Literasi di Sekolah

Fokus utama dari gerakan literasi di sekolah, yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan pemahaman siswa.

Tujuan dari gerakan ini tak lain untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang dapat mendorong minat siswa terhadap pengembangan keterampilan membaca dan menulis mereka.

Salah satu dari komponen penting gerakan ini, yakni menciptakan strategi dan kegiatan yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan siswa dalam membaca dan menulis.

Dalam konteks ini, diperlukan suasana yang tidak terikat agar siswa tidak merasa terbebas selama proses belajar mereka.

Pada tataran kurikulum merdeka belajar yang menerapkan kegiatan literasi dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Karena sering digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis dapat mengoptimalkan kinerja otak.

Siswa juga diajarkan untuk menggunakan susunan kalimat dan bahasa yang tepat, mereka dapat menyampaikan ide-ide mereka dengan bebas, serta mampu berpikir kritis.

Baca Juga :  Rusia Kembali Dilirik Asia, Apa Dampaknya bagi Pasar Energi dan Indonesia?

Pengaruh Kurikulum Merdeka

Dalam beberapa penelitian, hasil menunjukkan bahwa kurikulum merdeka dapat membantu siswa mengembangkan karakter seperti kejujuran, disiplin, dan kemampuan berpikir kritis.

Kurikulum merdeka dapat berpengaruh membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah dalam menghadapi tantangan dan mengembangkan kemampuan mereka sendiri.

Adanya kurikulum merdeka yang lebih fokus pada minat belajar siswa, tentunya juga akan memberikan pengaruh terhadap kemampuan literasi para siswa.

Mereka yang berminat pada literasi ini akan terus meningkatkan kemampuannya dan menambah wawasan dengan membaca berbagai karya tulisan.

Sedangkan siswa yang belum memiliki minat tentu akan tetap di arahkan agar ia mampu memiliki kemampuan literasi yang baik. (Red)

*) Artikel ini disusun secara berkelompok oleh Ilun Muallifah Thohir, Andika Siska W, Anida Putri M, Anni Athi’ah, Imroatul Azizah, Nabila Amatullah M, Najma Jannati Z., Mahasiswa Prodi Pendidikan PAUD UIN Sunan Ampel Surabaya

*) Isi dan pandangan penulis tidak mewakili redaksi suaramuda.net

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Rencana Aksi Kendal: Menyuarakan Aspirasi atau Mengusung Kepentingan Politik?
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:16 WIB

Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian

Berita Terbaru