Pembinaan Rutin Asatidz, Jelang Wisuda Santri dan Musyawarah Kota (Muskot) Momentum Hari Guru Nasional 2024

- Penulis

Selasa, 26 November 2024 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — Dalam suasana yang penuh semangat dan dedikasi, para guru TPQ dan asatidz mengikuti pembinaan rutin terakhir sebelum pelaksanaan wisuda bersama yang dijadwalkan pada 1 Desember 2024.

Kegiatan ini juga menjadi momen istimewa memperingati Hari Guru Nasional, yang mengingatkan kita akan pentingnya peran guru sebagai panutan dan pembentuk karakter generasi muda.

Dalam sambutannya H. Much Dimyati, menyampaikan ini merupakan pembinaan rutin terakhir sebelum wisuda dan muskot, bersamaan dengan peringatan hari guru nasional kita sadari bahwa tanpa peran jasa dari guru-guru kita tentu kita bukan siapa-siapa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan memperhatikan hak serta kewajibanpun harus dilakukan dan yang harus diberikan kepada santri.

Dalam bahasa arab ustadz/ah juga berarti guru, lalu bagaimana guru menjadi panutan akhlak anak karena dalam pembinaan karakter bahasa Guru (digugu lan ditiru).

“Dalam rangkaian program kerja Badko LPQ Kota Semarang akan terselenggara wisuda bersama pada tanggal 1 Desember 2024, yakni setelah dilaksanakan ujian bersama santri, ” papar Dimyati, Senin (25/11/2024).

Kerja samanya perlu ditingkatkan

Menurut Ketua IGRA Kota Semarang, Ust. M. Aminuddin, M.Si., pembinaan ini menjadi ajang refleksi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas dalam mendidik dan membimbing.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Kota Semarang Raih Penghargaan REI Sebagai Pemda Pemberi Layanan Perizinan Perumahan Terbaik

“Dalam bahasa Arab, istilah ustadz/ah berarti guru, yang tak hanya mentransfer ilmu tetapi juga menjadi teladan akhlak mulia bagi anak didik. Guru harus mendapatkan hak yang sesuai, namun kewajiban sebagai pendidik juga harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Menjadi Guru TPQ Visioner, Kontemporer, dan Spektakuler” para peserta didorong untuk meningkatkan kapasitas diri dalam tiga dimensi utama.

“Visioner, dalam hal ini guru diharapkan memiliki wawasan jauh ke depan, dengan visi yang tinggi agar perjalanan mendidik terasa lebih ringan. Rasulullah SAW menjadi inspirasi melalui visi dan misinya sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil’alamin), menjadi teladan yang baik (uswatun khasanah), mengutamakan akhlak mulia (akhlakul karimah), “jelas Aminuddin.

“Selain itu, amal yang tidak terputus—anak sholih/ sholihah, sedekah jariyah, dan ilmu bermanfaat—ditekankan sebagai warisan terbaik seorang guru, ” lanjutnya.

Aminuddin melanjutkan, kontemporer, yang menandakan para guru harus relevan dengan perkembangan zaman dan adaptif terhadap kebutuhan anak didik.

Dikatakan, kompetensi guru yang mencakup pedagogis, kepribadian, profesionalisme, dan sosial menjadi fondasi utama. Filosofi “Ajari anak-anak sesuai zamannya” menjadi panduan untuk bersikap adaptif, kolaboratif, solutif, dan inovatif.

Baca Juga :  Sinergi pada Pembangunan Inklusif, 'Sekolah Lapang Desa' Puhgogor Gelar Team Building dan Penggalian Gagasan

“Selanjutnya, spektakuler. Jadi setelah memiliki visi dan sikap kontemporer, hasil kerja guru diharapkan menjadi sesuatu yang spektakuler, ” ujarnya.

Ia juga menjelaskan filosofi Ki Hajar Dewantara—Ing ngarso sung tuladha (di depan memberi teladan), Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan)—menjadi pedoman dalam menciptakan perubahan positif yang berdampak luas.

Menghadapi Tuntutan Zaman

Dunia pendidikan kini menghadapi tantangan yang bergerak cepat (speed), penuh kejutan (surprise), dan perubahan yang mendadak (suddent).

Guru dituntut untuk tanggap, siap, dan terus belajar melalui seminar maupun workshop, agar mampu memenuhi kebutuhan generasi masa kini.

Dengan semangat kebersamaan, para guru TPQ diharapkan mampu menjadi sosok visioner, kontemporer, dan spektakuler, membawa pendidikan anak-anak menuju masa depan yang gemilang.

Wisuda bersama yang akan digelar menjadi momentum penegasan komitmen tersebut. “Selamat Hari Guru Nasional! Bersama kita terus bergerak untuk mencetak generasi terbaik.” (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soliditas Pramuka Tasikmalaya Warnai Parade Batik Sukapura, Dukung Hari Jadi ke-394
IAILM Suryalaya Istiqamah Cetak Pembina Pramuka Berkarakter Lewat KMD dan KML
Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Madrasah Ramah Anak! MIN 9 Langkat Hadirkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
14 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Resmi Mengabdi di Demak, Siap Bawa Program Inovatif untuk Warga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:28 WIB

Soliditas Pramuka Tasikmalaya Warnai Parade Batik Sukapura, Dukung Hari Jadi ke-394

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:02 WIB

IAILM Suryalaya Istiqamah Cetak Pembina Pramuka Berkarakter Lewat KMD dan KML

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:17 WIB

Madrasah Ramah Anak! MIN 9 Langkat Hadirkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying

Berita Terbaru