oleh: Aryan Valerian, Pemerhati Politik, Alumni FISIP UNWAHAS Semarang.
SUARAMUDA.NET – Perjalanan politik Gus Nung dalam Pilkada Jepara 2024 penuh tantangan dan rintangan yang tidak mudah. Berbagai tekanan dan tindakan yang tidak etis menjadi bagian dari perjuangannya bersama Iqbal sebagai pasangan calon nomor 1 yang mengusung visi besar untuk Jepara.
Berikut adalah beberapa bentuk tindakan tidak bertanggung jawab yang menimpa Gus Nung dan tim pemenangannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Ada Intimidasi kepada Relawan JUARA
Di beberapa kecamatan, relawan Paslon JUARA nomor 1 menerima ancaman dan intimidasi dari kelompok tak dikenal. Akibatnya, banyak relawan merasa takut untuk berkampanye secara terbuka. Padahal, partisipasi relawan adalah kekuatan utama dalam mengenalkan visi-misi pasangan calon ke masyarakat luas.
2. Perusakan Alat Peraga Kampanye
Alat peraga kampanye seperti roundtag dan banner Paslon JUARA nomor 1 kerap menjadi sasaran perusakan. Dalam satu kasus, banner yang baru dipasang malam sebelumnya ditemukan sudah dirusak keesokan harinya. Bambu penyangganya dipatahkan, dan banner dibuang ke selokan. Insiden ini tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga menunjukkan tindakan tidak sportif dalam demokrasi.
3. Perusakan Poster JUARA oleh OTD
Poster-poster pasangan Gus Nung dan Iqbal yang dipasang di dinding pengumuman, tiang listrik, atau lokasi strategis lainnya sering dicabut atau ditimpa dengan poster pasangan lain. Hal ini jelas menunjukkan adanya upaya untuk membatasi ruang gerak kampanye Paslon JUARA nomor 1.
4. Fitnah Soal Pemalakan Perusahaan Rokok
Gus Nung difitnah melakukan pemalakan terhadap sebuah perusahaan rokok. Padahal, yang terjadi adalah pengajuan proposal kampanye yang sah dan sesuai prosedur kepada perusahaan tersebut. Fitnah ini sengaja dibuat untuk merusak citra Gus Nung di mata masyarakat.
5. Peretasan Website Madrasah
Website madrasah yang dikelola oleh Gus Nung diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Peretas mengisi website tersebut dengan konten kampanye provokatif yang tidak pernah dibuat oleh tim Paslon JUARA. Tindakan ini jelas bertujuan untuk mencemarkan nama baik Gus Nung dan memberikan celah kepada pihak lawan untuk melaporkannya ke Bawaslu.
6. Akun Kloningan Penyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian
Gus Nung kembali didzolimi dengan maraknya akun-akun kloningan yang menggunakan foto Gus Nung, Bu Hindun (istri Gus Nung), serta beberapa nama tim pemenangan yang dijadikan alat untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Tindakan ini tidak hanya merugikan secara personal, tetapi juga merusak tatanan demokrasi yang sehat.
7. Isu Meninggalnya Hindun Anisah
Bentuk hoax lainnya adalah; istri Gus Nung, Hindun Anisah, diberitakan meninggal dunia oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hasilnya , Gus Nung, keluarga, dan tim pemenangan disibukkan oleh pertanyaan-pertanyaan dari banyak pihak.
Langkah keji ini diduga bertujuan untuk mengganggu fokus Gus Nung dan timnya dalam menggalang dukungan masyarakat.
Komitmen Tetap Melangkah
Meski diterpa berbagai bentuk kedzoliman, Gus Nung dan tim Paslon JUARA nomor 1 tetap teguh melanjutkan perjuangan. Dengan membawa visi JUARA Bangkit Bersama Rakyat dengan prinsip kejujuran, keberanian, dan komitmen membangun Jepara yang lebih baik, Gus Nung terus menggalang dukungan masyarakat.
Demokrasi yang sehat memerlukan sikap sportif dan adil. Upaya menjatuhkan lawan dengan cara-cara tidak bermartabat hanya akan mencoreng integritas proses pemilu.
Semoga masyarakat Jepara dapat melihat dengan bijak siapa yang benar-benar berjuang untuk kemajuan daerah ini, dan bisa membedakan siapa Paslon yang sangat berambisi untuk menang. Terlepas siapa pelaku tindakan dzolim itu wallahu a’lam, biar semesta yang bekerja untuk membalasnya.
*Aryan Valerian, Pemerhati Politik, Alumni FISIP UNWAHAS Semarang.













Komentar