SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — KFC mengalami kerugian yang sangat besar karena aksi boikot terus berlangsung. Puluhan gerai restoran cepat saji itu tutup dan ribuan karyawan telah dirumahkan atau di-PHK.
Dilansir dari detikFinance, Senin (11/11/2024), laporan keuangan kuartal III KFC tahun 2024, FAST mencetak kerugian sebesar Rp 557,08 miliar.
Ruginya makin bengkak bila dibandingkan waktu yang sama setahun lalu, kenaikannya menyentuh 266,59% dari sebelumnya cuma mencatat rugi Rp 152,41 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerugian ini disebut terjadi karena dua hal. Pertama pemulihan usaha dari kondisi COVID-19 yang belum maksimal. Kedua, panasnya situasi pasar akibat krisis timur tengah, KFC menjadi salah satu sasaran gelombang boikot di tengah masyarakat.
Dalam laporan yang sama disebutkan, per 30 September 2024, Perusahaan hanya mengoperasikan sisa 715 gerai restoran di seluruh Indonesia.
Padahal, di Desember 2023 ada 762 gerai yang dioperasikan, artinya ada sekitar 47 gerai yang tak lagi dioperasikan alias ditutup.
Dari sisi jumlah karyawan, per 30 September 2024 seluruh grup usaha FAST mempunyai total 13.715 karyawan.
Jumlahnya turun jauh dari data di 31 Desember 2023 yang mencapai 15.989 karyawan, artinya ada pengurangan karyawan hingga 2.274 karyawan. (Red)













Komentar