BRICS dan Peluang Indonesia dalam Lompatan Sebagai Negara Maju

- Penulis

Kamis, 7 November 2024 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Zaenab Adinda Mulyana Zainal *)

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — Dunia internasional dikejutkan oleh pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, khususnya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Kazan, Rusia (25/10/2024) lalu.

Hadir di acara KTT, Menlu Sugiono mengungkapkan keinginan Indonesia untuk bergabung dalam keanggotaan organisasi BRICS. Dalam statemennya, Sugiono juga menegaskan bahwa upaya keanggotaan Indonesia bukanlah bertujuan untuk memilih blok tertentu. Sebaliknya, upaya itu justru mempertegas politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui pernyataannya, Sugiono ingin menunjukkan bahwa upaya itu juga untuk membuktikan Indonesia perlahan-lahan merangkak dari negara berkembang menjadi negara maju dengan mengutamakan kerja sama beberapa aktor negara.

Hal ini telah diperkuat juga dengan perwujudan politik bebas aktif Indonesia, yang menjadikan Indonesia bebas untuk melakukan kerja sama dengan negara-negara di seluruh dunia agar dapat memperkuat serta meningkatkan perekonomian guna mewujudkan cita-cita nasional.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana (dalam Antara) menilai positif keinginan Indonesia bergabung dalam keanggotaan BRICS. Hal ini ditujukan agar Indonesia tidak hanya terfokus pada Barat, lewat organisasi OECD atau Organisation for Economic Co-operation and Development.

Baca Juga :  Ketika Keringat Buruh Masih Dibayar Murah

Sebab, OECD merupakan salah satu organisasi internasional yang didominasi negara-negara Barat seperti Australia, Austria, Belgia, Kanada, Kolombia dan berfokus pada aspek ekonomi dengan melakukan standarisasi kebijakan ekonomi ala Barat.

Maka, wacana masuknya Indonesia dalam negara-negara BRICS yang beranggotakan Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan menjadi lazim dilakukan dalam rangka menghadapi tantangan krisis global di masa depan.

Keuntungan Jadi Anggota BRICS

Dianalisis lebih lanjut, bergabungnya Indonesia menjadi anggota BRICS tentu saja akan memberi keuntungan yang signifikan bagi Indonesia. Apalagi, kantor berita Antara menyebut bahwa OECD saat ini tak sekuat dulu. Di sisi lain, pasar dalam organisasi BRICS lebih menjanjikan serta jauh lebih unggul.

Turut serta masuk sebagai anggota BRICS juga akan mengurangi ketergantungan Indonesia dari patokan mata uang dolar Amerika Serikat. Kini, BRICS juga telah menyiapkan pembentukan mata uang cadangan baru, yang diusung dengan konsep mata uang lokal. Dan nantinya mata uang itulah yang akan dipergunakan negara-negara anggota BRICS dalam transaksi perdagangan dan investasi antar negara anggota (Antara).

Baca Juga :  Lada Belitong: Peluang Bisnis dari Rempah Berkualitas Tinggi di Belitung Timur

Adanya mata uang BIRCS yang saat ini dirancang setidaknya memudahkan pembayaran lintas batas negara yang lebih simpel, ongkos biaya yang lebih rendah, lebih efisien, dan transparan, serta mengurangi hambatan perdagangan antar negara-negara anggota.

Perencanaan mata uang BRICS yang memiliki nilai cukup tinggi ini dapat menegaskan kembali bahwa negara-negara yang tergabung di dalam keanggotaan BRICS bisa berdiri mandiri sambil bersaing dengan sistem keuangan standarisasi internasional yang didominasi oleh dolar AS.

Berdasarkan data, sekitar 90 persen dari semua perdagangan mata uang di dunia. Sehingga hal itu menyebabkan negara-negara yang bergantung pada dolar AS harus mengikuti yurisdiksi serta kebijakan Amerika Serikat agar dapat menghindari sanksi dari negara-negara Barat.

Bergabungnya Indonesia dalam keanggotaan BRICS dinilai positif. Pasalnya media menganggap bahwa konteks tersebut dapat membantu Indonesia agar bisa menjalin kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara lain, selain itu mencegah adanya konflik dan membawa keuntungan bersama. (Red)

*) Zaenab Adinda Mulyana Zainal, mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Teknologi Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB