Pemerintah Provinsi Jateng Dorong Aglomerasi Solo Raya untuk Perkuat Ekonomi Regional

- Penulis

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SURAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin serius mengembangkan konsep aglomerasi Solo Raya sebagai pendorong investasi dan sentra ekonomi regional.

Dukungan ini diwujudkan melalui kemudahan perizinan investasi dan penguatan infrastruktur di Solo dan daerah sekitarnya, seperti disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Aglomerasi Solo Raya yang digelar di Hotel Paragon, Kota Surakarta, Jumat (25/10/2024), Sumarno mengungkapkan bahwa konsep ini mengintegrasikan Solo sebagai pusat ekonomi dengan dukungan dari wilayah sekitar, yakni Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Sragen, dan Wonogiri.

“Dengan gagasan aglomerasi Solo Raya, kita tak lagi berpikir parsial. Semua wilayah di kawasan ini bersinergi, menjadikan Solo Raya lebih kokoh sebagai pusat ekonomi,” ujar Sumarno.

Jika sukses, lanjutnya, konsep aglomerasi Solo Raya ini bisa menjadi model bagi pengembangan wilayah lainnya di Jawa Tengah, seperti Banyumas Raya, Tegal Raya, dan Semarang Raya.

Pada kesempatan yang sama, Sumarno juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, Harry Nuryanto Soediro, mendukung penuh upaya ini. Menurutnya, potensi ekonomi di enam daerah Solo Raya cukup besar, terutama di sektor industri yang dapat menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan investasi.

“Langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” jelas Harry.

Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, menyebut kontribusi kawasan Solo Raya terhadap realisasi investasi Jateng mencapai 19 persen.

Dari periode 2019 hingga Triwulan III 2024, investasi terbesar di Solo Raya tercatat di Boyolali dengan Rp20.265 miliar, diikuti Klaten dan Karanganyar.

Kawasan ini akan mengembangkan ekosistem industri yang mencakup pemanfaatan sumber daya alam, perkebunan, perikanan, serta sektor jasa dengan Surakarta sebagai pusat.

Baca Juga :  UAR Korwil Nusa Tenggara Timur Ikuti Pelatihan Water Rescue
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:30 WIB

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB